Logo Bloomberg Technoz

Dalam diskusi tersebut, Busan menilai pusat perbelanjaan yang kemungkinan akan bertahan ke depan adalah mereka yang dapat memadukan konsep berbelanja beserta pengalamannya itu sendiri.

Dengan kata lain, lanjut dia, peritel mesti memadukan antara pembelian kebutuhan pokok, sekaligus menyediakan tempat hiburan dan rekreasi yang nyaman.

"Orang belanja itu kan sambil ingin jalan-jalan, makan, mungkin hangout sama keluarga dan teman-temannya," tutur dia. "Jadi, itu karena pola belanja masyarakat yang berubah, daya belinya nggak berpengaruh kan hanya pindah saja mereka."

Belakangan, Bank Indonesia juga merilis data Indeks Penjualan Riil pada Februari 2025 diperkirakan kan turun atau terkontraksi sebesar 0,5% year-on-year (yoy). Padahal, Januari lalu masih tumbuh sebesar 0,5%.

Meski demikian, BI memperkirakan penjualan eceran pada Februari akan tumbuh 0,8%, setelah bulan sebelumnya anjlok dengan pertumbuhan minus 4,7% month-to-month (mom).

"Peningkatan kinerja penjualan [pada Februari, secara bulanan], didukung oleh permintaan masyarakat jelang Ramadan dan persiapan Idulfitri," jelas Bank Indonesia dalam laporan yang dikutip, Kamis (13/3/2025).

Akan tetapi, bila membandingkan kinerja penjualan eceran pada momen jelang musim perayaan tahun-tahun sebelumnya, capaian bulan Februari lalu adalah yang terendah setidaknya sejak Pandemi Covid-19.

Tahun lalu, misalnya, Lebaran jatuh pada pertengahan April. Alhasil, pada pertengahan Maret, bulan Ramadan sudah dimulai. Penjualan ritel pada Maret tahun lalu mencapai 9,9% mom dan 9,3% yoy.

Sementara pada 2023 di mana Lebaran jatuh pada akhir April, penjualan eceran pada bulan Maret juga melejit tinggi 7% mtm dan 4,9% yoy. Berlanjut pada April tahun itu dengan penjualan ritel melesat 12,8% mtm.

Sedangkan, pada 2022 lalu, atau ketika Idulfitri dirayakan pada awal Mei, penjualan ritel juga tumbuh tinggi pada bulan sebelumnya mencapai 8,5% yoy dan 16,5% mtm.

(ain)

No more pages