Logo Bloomberg Technoz

Dalam konteks regional Asia Pasifik (APAC), Indonesia menempati posisi keempat dalam proyeksi pertumbuhan dengan angka 4,6% pada 2025.

“Ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat, bukan hanya di kawasan, tetapi juga secara global,” jelas Wood.

Salah satu kekuatan Indonesia adalah ekonomi domestik yang masih menjadi penopang utama. Meskipun global sedang lesu, ketergantungan Indonesia terhadap ekspor relatif lebih rendah dibandingkan banyak negara lain di kawasan. Ini memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga kebijakan moneternya tetap adaptif. 

“Kami melihat ada ruang bagi pelonggaran suku bunga, kecuali ada tekanan eksternal yang besar,” tambahnya.

S&P menilai posisi fiskal Indonesia dalam kondisi yang cukup baik pascapandemi. Defisit anggaran yang sempat melebar kini berhasil dikonsolidasikan dan diperkirakan akan kembali berada di bawah 3% dari PDB dalam waktu dekat. Penerimaan negara yang meningkat, terutama dari sektor pajak dan non-pajak, menjadi faktor pendukung penting.

Dalam jangka menengah, Indonesia juga dinilai memiliki ketahanan eksternal yang membaik. Surplus perdagangan selama dua tahun terakhir, stabilitas cadangan devisa, dan eksposur eksternal yang relatif rendah menjadi kekuatan utama. 

“Ekonomi luar Indonesia hari ini jauh lebih kuat dibandingkan saat sebelum pandemi,” kata Wood.

Namun demikian, Wood mengingatkan pentingnya agenda reformasi struktural untuk mendorong produktivitas dan mempercepat transisi ke status negara berpendapatan tinggi. Tantangan seperti kualitas infrastruktur dan efisiensi birokrasi masih perlu dibenahi.

(dhf)

No more pages