“Harus diikuti perkembangan anak ini karena anak bagaimanapun juga ini anak sekolah. alau sampai terkena dengan anak-anak kita, kita juga nggak mau,” katanya.
Dia meminta agar Badan Gizi Nasional menganggap enteng permasalahan kasus keracunan yang terjadi di sekolah. Dia juga menegaskan jangan membandingkan negara-negara maju yang memiliki kasus serupa makanan disekolah.
“Jangan dianggap gampang dan jangan dibandingkan dengan negara yang lain mati sekian keracunan, jangan pak ini adalah hal yang sangat sensitif dan berbahaya. Agar bapak bisa memberikan percayaan,”imbuhnya.
Berkaca dari kasus-kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) terjadi di berbagai daaerah, DPR pun meminta agar bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah atau menjadikan mitra.
Kasus-kasus Keracunan MBG
Kasus pertama terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 13 Januari lalu. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan mengatakan bahwa hal ini karena bersifat teknis lantaran program baru dimulai. Masakan sudah diolah dan hendak digoreng, gas habis sehingga tak maksimal dimasak.
“Yang terdampak ada 40 siswa karena petugas sangat cepat mengidentifikasi ada kelainan di makanan itu, sehingga kemudian masakan ditarik kembali dan diganti dengan telur,”.
Peristiwa serupa tidak hanya terjadi di Sukoharjo. Di Batang, Jawa Tengah, makanan dikirim dalam kondisi baik, tetapi karena ada acara di sekolah, konsumsi siswa tertunda.
"Sebetulnya saat itu makanannya dalam keadaan baik. Kalau makan tepat waktu sebetulnya tidak akan kejadian," ungkapnya.
Kasus lain muncul di Cianjur, Jawa Barat, yang kini memasuki minggu ketiga evaluasi. Dari 2.701 siswa, 72 terdampak.
Ia mengatakan pemeriksaan laboratorium terhadap tray, air, fasilitas, makanan, dan muntahan semuanya menunjukkan hasil negatif. Dadan menyebut pihaknya masih mencari kemungkinan penyebab lain di luar faktor makanan.
Kejadian serupa juga dilaporkan di Bandung, Tasikmalaya, dan Pali. Di Bandung, insiden terjadi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya adalah restoran.
(dec/spt)






























