Di sisi lain, Ronny berpendapat, kalaupun pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi pada Mei, nantinya akan menjadi force majeure atau keadaan kahar.
“Kalau nantinya naik, tanpa faktor ekonomi yang jelas, saya pikir itu berdasarkan kebijakan pemerintah saja,” ujarnya.
Data ekonomi AS yang akan dirilis Rabu (30/04/2025) diperkirakan mengonfirmasi perlambatan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam, setelah sebelumnya survei menunjukkan keyakinan konsumen merosot ke titik terendah dalam hampir lima tahun terakhir.
Stok minyak mentah komersial AS dilaporkan meningkat hampir 4 juta barel pekan lalu, menurut perkiraan dari American Petroleum Institute (API).
Laporan itu juga mencatat adanya kenaikan ringan dalam persediaan di pusat penyimpanan utama di Cushing, Oklahoma.
Harga minyak diperkirakan mencatat penurunan bulanan yang tajam, seiring kebijakan tarif luas Presiden AS Donald Trump — termasuk terhadap importir terbesar, China — yang menekan prospek permintaan energi global. Di sisi lain, OPEC+ mulai melonggarkan pembatasan produksi.
JPMorgan Chase & Co bahkan memperingatkan bahwa kelompok negara eksportir minyak tersebut mungkin mempercepat rencana peningkatan pasokan dalam pertemuan yang dijadwalkan pekan depan.
Sekadar catatan, pada April 2025 operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seperti Shell dan BP-AKR terpantau menurunkan harga BBM per 1 April 2025 atau bertepatan periode libur dan cuti bersama Idulfitri 1446 Hijriah.
Berikut harga BBM nonsubsidi Pertamina, Shell, dan BP-AKR pada April 2025:
Pertamina:
- Pertamax: Rp12.500/liter
- Pertamax Green: Rp13.250/liter
- Pertamax Turbo: Rp13.500/liter
- Dexlite: Rp13.600/liter
- Pertamina Dex: Rp13.900/liter
Shell:
- Shell Super: Rp12.920/liter
- Shell V-Power: Rp13.730/liter
- Shell V-Power Diesel: Rp14.060/liter
- Shell V-Power Nitro+: Rp13.550/liter
BP-AKR:
- BP Ultimate: Rp13.730/liter
- BP 92: Rp12.800/liter
- BP Ultimate Diesel Rp14.060/liter
- BP Diesel: Rp13.640/liter
(mfd/wdh)































