Penguatan rupiah pagi ini juga beriringan dengan reli IHSG yang terus berlanjut. Indeks saham domestik dibuka menguat 0,4% pagi ini, menjadi penguatan awal transaksi selama 10 hari perdagangan beruntun.
Adapun di pasar surat utang RI, mayoritas tenor pendek terlihat masih tertekan jelang lelang sukuk negara yang menargetkan perolehan Rp10 triliun.
Yield SUN 2Y naik 2,9 bps pagi ini ke 6,553%. Yield 5Y juga naik 1,7 bps. Sementara tenor acuan 10Y yieldnya hanya berubah sedikit 0,2 bps.
Tenor 11Y hingga 13Y mencatat penurunan imbal hasil, indikasi kenaikan harga.
Analisis teknikal
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi menguat menuju level Rp16.800/US$ yang merupakan resistance terdekat dan pertama dengan target kedua akan melaju ke Rp16.770/US$.
Apabila kembali break kedua resistance tersebut dalam sepekan perdagangan ke depan, rupiah berpotensi menguat lanjutan dengan menuju Rp16.700/US$ sebagai resistance paling potensial.
Jika nilai rupiah terjadi pelemahan hari ini, support menarik dicermati ada pada level di kisaran Rp16.880/US$ dan selanjutnya Rp16.900/US$ hingga Rp17.000/US$ terkuat.
(rui)




























