Logo Bloomberg Technoz

Namun, Trump memberi sinyal yang bertolak belakang tentang status pembicaraan dengan China, bahkan ketika Beijing membantah bahwa negosiasi antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini sedang berlangsung.

Trump berkata, "kami bertemu dengan China. Kami baik-baik saja dengan semua orang." Namun, ia juga mengatakan tidak akan menelepon Presiden Xi Jinping jika mitra dari China itu tidak meneleponnya terlebih dahulu. Lalu, Trump mengklaim dia sudah menelepon Xi Jinping, tanpa memberikan rinciannya.

Donald Trump dan Xi Jinping. (Sumber: Bloomberg)

"Dia sudah menelepon. Dan saya rasa itu bukan tanda kelemahan dari pihaknya," kata Trump.

Trump awal bulan ini mengumumkan kenaikan tarif yang tajam terhadap sekitar 60 negara. Namun, tak lama kemudian pungutan itu ditunda selama tiga bulan, memberikan mitra dagang kesempatan untuk merundingkan kesepakatan, tetapi mempertahankan tarif dasar 10% selama periode negosiasi.

Hal ini memicu serentetan kunjungan dari delegasi asing yang ingin mencapai kesepakatan, tetapi pemerintahan Xi Jinping mengambil sikap yang lebih menantang.

Trump dalam wawancara tersebut menepis laporan bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick meyakinkannya untuk menunda tarif resiprokal dan mengaku "tidak khawatir" dengan gejolak di pasar obligasi dan saham akibat bea masuk yang lebih tinggi.

"Mereka tidak memberi tahu saya. Saya yang melakukannya," kata Trump. "Pasar obligasi sedang mengalami gejolak, tetapi saya tidak."

(bbn)

No more pages