Logo Bloomberg Technoz

"Kami meyakini—dengan makin jelasnya kebijakan tarif dan juga dampaknya terhadap ekonomi baik AS, Cina maupun negara-negara lain — risk appetite akan menurun sehingga investor global juga akan kembali ke Indonesia dengan imbal hasil yang menarik di Indonesia dan juga prospek ekonomi Indonesia yang cukup baik." 

Kedua, ihwal pelemahan rupiah. Perry mengatakan tekanan kuat terhadap nilai tukar rupiah sempat terjadi di pasar offshore atau non deliverable forward (NDF) pada saat libur panjang pasar domestik dalam rangka Idulfitri 1446H akibat kebijakan tarif resiprokal AS. Kala itu, rupiah melemah ke level Rp17.300—Rp17.400 per dolar AS. 

Untuk itu BI, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 7 April 2025 memutuskan sejak saat itu juga melakukan intervensi di pasar NDF.

Dengan demikian, rupiah menguat menjadi Rp16.855 per dolar AS pada 22 April 2025, dibandingkan dengan level Rp16.865 per dolar AS pada hari pertama pembukaan pasar domestik pascalibur pada 8 April 2025.

"Kami meyakini bahwa gerakan rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang regional dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamentalnya," ujarnya. 

Ke depan, BI meyakini nilai tukar rupiah diperkirakan tetap stabil, didukung upaya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah timbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

"BI berkomitmen tinggi terus memperkuat rrespon kebijakan untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah yang tadi kami sudah sampaikan."

(dov/wdh)

No more pages