"Serta mendukung pendalaman pasar keuangan, dan memperkuat fondasi makroekonomi nasional.”
Pasar Merespons Positif
Masuknya dana ekspor ke dalam instrumen jangka menengah seperti SVBI dan SUVBI membuat pasar valas domestik lebih dalam dan stabil. Di sisi lain, fleksibilitas FX Swap memudahkan eksportir mengelola kebutuhan likuiditas tanpa harus mencairkan DHE secara langsung.
Dampak langsung dari kebijakan ini sudah terlihat. Cadangan devisa Indonesia kembali menembus US$140 miliar, sementara nilai tukar Rupiah menguat hingga menyentuh Rp15.500 per dolar AS menandai pemulihan sentimen terhadap stabilitas moneter Indonesia di tengah ketidakpastian global.
DHE Sebagai Penggerak Ekonomi Domestik
Langkah DHE 100% ditempatkan di bank lokal ini dinilai sebagai transformasi strategis dalam pengelolaan hasil ekspor nasional.
Penempatan DHE dalam negeri bukan sekadar menjaga cadangan devisa, tetapi juga memperkuat peran sektor ekspor sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Dana ini bisa dialirkan kembali ke sektor riil melalui kredit berbasis agunan DHE.
Kehadiran instrumen seperti SVBI dan SUVBI mempermudah eksportir menyimpan devisa tanpa kehilangan akses atas likuiditas, sementara bank mendapat jaminan kredit yang lebih kuat.
Tantangan Kepatuhan Masih Ada
Namun, efektivitas kebijakan ini tetap bergantung pada tingkat kepatuhan eksportir. Pemerintah harus mampu memastikan bahwa skema insentif dan pengawasan berjalan beriringan, agar semangat menjaga devisa tidak sekadar retorika.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa eksportir tidak dapat mengakali ketentuan DHE SDA dan bahwa pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaannya.
“Bagi mereka yang tidak memenuhi aturan itu, diberikan sanksi administrasi. Ekspornya disetop. Jadi pemerintah terus menjaga itu,”
Pernyataan ini disampaikan oleh Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta pada 17 Februari 2025, menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kebijakan DHE SDA dan memberikan sanksi tegas kepada eksportir yang tidak patuh.
Menuju Ekonomi Berdaulat
Kebijakan DHE ini bukan hanya soal devisa atau nilai tukar, tapi soal arah baru ekonomi nasional. Di era kepemimpinan Prabowo, Indonesia berupaya membalik arah: dari ekonomi yang terlalu bergantung pada arus modal asing, menuju ekonomi berbasis kekuatan internal—terutama ekspor SDA.
Dengan likuiditas valas yang lebih terkendali, perbankan yang lebih agresif menyalurkan kredit produktif, serta stabilitas moneter yang terjaga, Indonesia berpeluang memperkuat kemandirian ekonomi tanpa harus mengorbankan pertumbuhan.



























