Logo Bloomberg Technoz

Posisi rupiah offshore saat ini masih jauh lebih lemah dibanding level penutupan rupiah spot kemarin di Rp16.825/US$, mengisyaratkan kemungkinan pelemahan rupiah apabila pasar Indonesia buka pada hari ini.

Selama pekan pendek perdagangan nan pendek ini, rupiah spot mencatat pelemahan sebesar 0,18% dibanding posisi penutupan pekan lalu, ditutup di  level Rp16.825/US$. Pelemahan pekan ini menjadi penurunan mingguan rupiah untuk kali kelima beruntun. 

Sementara kurs tengah Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga membukukan pelemahan mingguan sebesar 0,16% dengan ditutup di level Rp16.833/US$ pada perdagangan Kamis kemarin.

Pelemahan rupiah pekan ini menjadi yang terdalam di Asia, di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia seiring indeks dolar AS di pasar global yang cenderung melemah. 

DXY, indeks yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia tercatat melemah 0,65% sepekan ini.

Pelemahan rupiah yang masih terjadi bahkan ketika tren dolar AS tengah turun, menjadi indikasi kinerja mata uang yang kurang baik.

Sinyal Powell

Sentimen di pasar global saat ini memang masih diliputi banyak ketidakpastian di tengah tensi perang dagang yang masih belum mereda juga kekecewaan pasar akan tiadanya sinyal dukungan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell terhadap pasar.

Dalam pernyataannya Rabu lalu, Powell melempar petunjuk bahwa ia akan cenderung wait and see bagaimana dampak perang dagang terhadap inflasi.

Meski banyak kalangan memperkirakan perang tarif bisa menyeret ekonomi dalam resesi hingga butuh dukungan moneter melalui kebijakan bunga acuan lebih rendah, bank sentral paling berpengaruh itu seakan enggan memberi harapan pada pasar.

Usai pernyataan Powell, Presiden AS Donald Trump melempar kritik terhadapnya di akun media sosial miliknya.

Trump bilang pemberhentiannya dari peran Gubernur The Fed tidak dapat dilakukan dengan cepat, dengan alasan bahwa bank sentral seharusnya sudah menurunkan suku bunga tahun ini. 

Trump kemudian mengatakan bahwa ia dapat memaksa Powell keluar jika ia menginginkannya.

Sementara pasar juga masih menunggu perkembangan negosiasi di antara dua negara besar yang paling 'bermusuhan' saat ini, AS dan Tiongkok.

Beijing mengindikasikan pada hari Rabu bahwa mereka memiliki beberapa syarat untuk menyetujui pembicaraan dengan Pemerintahan Trump.

Sementara Trump juga bilang ia enggan melanjutkan kenaikan tarif ke China dan bersikeras bahwa Beijing telah berulang kali mengulurkan tangan untuk menengahi kesepakatan.

Bursa Tiongkok pagi ini masih di zona merah di mana CSI 300 tergerus 0,3%. Bursa saham Jepang yang dibuka merah pagi tadi kini telah b erbalik menguat, bersama bursa saham Korea Kospi.

Bursa saham Malaysia, Thailand juga Vietnam menguat di zona hijau. Sebagian bursa saham di Asia libur selain Indonesia, yaitu bursa saham Filipina juga Hang Seng.

(rui)

No more pages