Logo Bloomberg Technoz

Lima pilar utama dalam panduan Maturation Map mencakup:

  1. Uji Tuntas Aktif: Mengedepankan akuntabilitas berkelanjutan, bukan sekadar pemeriksaan awal. 
  2. Pemanfaatan Teknologi: Mendorong penggunaan alat seperti API dan kecerdasan buatan untuk pengawasan waktu nyata. 
  3. Ekosistem Penasihat: Memastikan kualitas dan integritas mitra eksternal. 
  4. Standar Tinggi: Mendorong praktik terbaik dalam transparansi dan pelaporan dewan. 
  5. Pola Pikir Penegakan Hukum: Menanamkan kesadaran kolektif terhadap konsekuensi pelanggaran hukum.

Selain itu, dokumen ini juga dilengkapi dengan matriks tata kelola dan kematangan keuangan, tolok ukur regional, contoh kebijakan whistleblower, serta studi kasus yang relevan.

Inisiatif Maturation Map diketahui digagas oleh Singapore Venture and Private Capital Association (SVCA) dengan dukungan Indonesia Venture Capital Association for Startups (Amvesindo), Thai Venture Capital Association (TVCA), Vietnam Private Capital Agency (VPCA), dan Malaysian Venture Capital and Private Equity Association (MVCA).

Ketua VPCA Vy Le, menekankan pentingnya membangun kepercayaan dalam pertumbuhan startup. "Ekosistem Vietnam tumbuh dengan pesat. Panduan ini membantu mendasari pertumbuhan tersebut dengan tata kelola yang kuat dan berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IV Amvesindo Rama Mamuya menambahkan inisiatif ini lahir dari keprihatinan bersama terhadap perlunya peningkatan tata kelola, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global. 

Rama juga menekankan bahwa Maturation Map bukan sekadar dokumen statis. Sehingga akan dapat terus diperbarui seiring berkembangnya ekosistem dan teknologi.

"Jadi yang kita taruh di dalam dokumen ini itu sebenernya adalah a very balanced accountability measures. Nggak cuma berat salah satu gitu ya. Meskipun ini di-lead sama asosiasi Amvesindo, tapi please note juga bahwa kita involve banyak sekali founder."

"Karena sepertinya selama ini kalau dilihat ya, yang salah itu cuma startup-nya doang gitu, yang salah CEO-nya doang. Tapi sebenarnya di belakang, ada hal-hal yang mungkin bisa dilakukan oleh investor untuk make sure governance juga dijalankan. Nah, dokumen ini basically menekankan a very practical dan agak technical juga," jelasnya. 

Meski tidak bersifat mengikat secara hukum, Maturation Map diharapkan dapat menjadi tolok ukur yang mendorong perubahan nyata melalui peer pressure dan pengakuan terhadap praktik tata kelola yang baik.

Bahkan dalam waktu dekat, kolaborasi regional ini juga akan meluncurkan lokakarya, pelatihan dewan, serta playbook sumber terbuka untuk mendukung implementasi panduan secara praktis.

Ketua MVCA Ng Sai Kit menegaskan pentingnya kesinambungan dalam praktik tata kelola.

"Peta pematangan membantu menetapkan arah tersebut untuk Asia Tenggara, dan MVCA mendukung seruan untuk langkah-langkah tindak lanjut yang lebih kuat seperti audit rutin, pelatihan dewan, dan pelacakan ESG untuk meningkatkan standar bersama," pungkasnya.

Dokumen Maturation Map bisa baca di sini.

(wep)

No more pages