Logo Bloomberg Technoz

Selain hilirisasi mineral, kata dia, Indonesia dengan Arab Saudi juga menjajaki peluang kerja sama petrokimia sebagai salah satu bahan baku penting industri manufaktur.

"Itu salah satu contoh quick win atau low hanging fruit [kerja sama kita], karena Vale juga kita lihat sangat serius dalam mengembangkan downstream-nya, termasuk MIND ID," tutur Agus.

Seimbangkan Perdagangan

Agus mengatakan, rencana kerja sama di salah satu sektor strategis itu dilakukan sebagai langkah penyeimbang perdagangan antar kedua negara. 

Sepanjang 2024, transaksi perdagangan antarkedua negara mencapai US$3,3 miliar atau sekitar Rp55,57 triliun, yang masih didominasi oleh impor minyak mentah dari Arab Saudi.

“Karena memang faktanya kita defisit, cuma itu mungkin dikarenakan karena impor minyak kita dari Saudi cukup besar, dan itu adalah komponen terbesar dari dagang antara Saudi dan Indonesia,” kata Agus.

Adapun, kedua negara akan melanjutkan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), yang direncanakan dalam waktu dekat ini.

Di sisi lain, Arab Saudi akan belajar dari Indonesia untuk mengembangkan sektor industri lantaran negara tersebut kini baru memula Industrialisasi, sebagai respons atas gejolak dagang imbas kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

"Itu semua nanti, dalam waktu dekat akan kita tuangkan di dalam sebuah MoU antara pihak Arab Saudi dengan Indonesia. Kita harapkan bisa dilaksanakan sesegera mungkin,” kata dia.

(ibn/naw)

No more pages