Logo Bloomberg Technoz

Tidak dijelaskan secara rinci apa saja risiko keamanan yang ada atau mengidentifikasi produk Micron tertentu yang sekarang dilarang.

China sebut produk Micron Technology Inc. telah gagal melewati tinjauan keamanan siber negara. (Qilai Shen/Bloomberg)

Micron, yang sebelumnya mengatakan bahwa mereka mendukung keamanan produk dan komitmennya kepada pelanggan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang mengevaluasi kesimpulan dari tinjauan tersebut. Perusahaan sedang menilai langkah selanjutnya, menambahkan bahwa mereka berharap terus terlibat dalam diskusi dengan pihak berwenang China.

Hasil review CAC ini muncul lebih dari sebulan setelah China mengumumkan penyelidikan impor dari pembuat chip memori terbesar di AS itu.

Sektor teknologi telah menjadi medan perang utama antara kedua negara, di mana Washington telah memasukkan perusahaan-perusahaan teknologi China ke dalam daftar hitam, kontrol ekspor teknologi AS dan melarang warganya memberikan bantuan kepada industri chip China.

Dalam sebuah pernyataan, Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa kesimpulan Beijing "tidak memiliki dasar yang kuat" dan Washington akan terus mencoba membatasi gangguan industri dengan sekutunya.

“Semua orang memahami bahwa keputusan CAC ini sebagai pembalasan atas kontrol ekspor AS terhadap semikonduktor,” kata Holden Triplett, pendiri Trenchcoat Advisors dan mantan pejabat kontraintelijen FBI di Beijing.

“Seharusnya bisnis asing yang beroperasi di China tidak tertipu dalih pemerintah. Ini adalah tindakan murni politik dan sederhana, dan bisnis apa pun bisa menjadi korban berikutnya.”

Analis di Jefferies, termasuk Edison Lee, mengatakan dalam sebuah laporan penelitian bahwa keputusan CAC kemungkinan akan berdampak kecil pada Micron karena berfokus pada "infrastruktur informasi penting,” seperti pusat data dan layanan cloud computing dengan risiko keamanan.

Sebagian besar chip memori Micron yang dijual di China sebenarnya digunakan dalam perangkat elektronik konsumen, seperti smartphone dan notebook, kata mereka.

Pendapatan perusahaan chip AS dari China (Blooomberg)

"Kami yakin larangan ini terfokus secara sempit karena hanya berlaku untuk operator CII. Oleh karena itu, dampak akhir pada Micron akan sangat terbatas," tulis mereka.

Meski begitu, langkah ini membawa ketidakpastian baru bagi pembuat chip AS lainnya yang menjual produk ke China, pasar terbesar di dunia semikonduktor. Perusahaan-perusahaan seperti Qualcomm Inc, Broadcom Inc, dan Intel Corp mengirimkan miliaran chip ke China.

Presiden AS Joe Biden menyuarakan optimisme mengenai hubungan dengan China pada hari Minggu di akhir KTT G-7 di Jepang. Ia mengatakan bahwa pihaknya berharap hubungan antara kedua negara akan mulai "mencair dalam waktu dekat."

Kecaman Anggota Parlemen AS

Chip memori telah menjadi titik puncak ketegangan AS-China. Pada bulan Desember lalu, Washington memasukkan Yangtze Memory Technologies Co. (YMTC) ke dalam daftar hitam. Aksi AS ini bakal membatasi kemampuan China dalam chip 3D Nano yang canggih. YMTC telah melakukan pembicaraan guna memasok komponen ke Apple Inc. untuk iPhone.

Adapun Micron adalah pembuat memori komputer terakhir yang berbasis di AS, yang telah bertahan dari penurunan industri yang brutal yang memaksa saingan yang lebih besar seperti Intel dan Texas Instruments Inc. menyerah.

Ilustrasi Chip (Bloomberg)

Mayoritas produk Micron dibuat dengan standar industri, yang berarti chip dapat dengan mudah ditukar dengan chip dari produsen saingannya, seperti Samsung dan Hynix. Kedua pembuat chip Korea Selatan tersebut memiliki pabrik di China. Chip memori juga biasanya tidak dianggap sebagai risiko keamanan siber karena tidak memerlukan perangkat lunak khusus atau hanya menjalankan coding.

Micron memperoleh hampir 11% dari pendapatannya dari China pada tahun fiskal terakhirnya. Meskipun angka tersebut relatif rendah dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar lainnya.

Pengumuman terbaru Beijing ini telah menuai kecaman dari beberapa anggota parlemen.

Raja Krishnamoorthi, seorang anggota Partai Demokrat Illinois dan anggota terkemuka House Select Committee mengatakan Partai Komunis yang berkuasa semakin mempersulit perusahaan AS melakukan bisnis di China.

"Setiap bisnis di seluruh Amerika seharusnya bertanya: Apakah lebih baik berinvestasi di China saat ini atau haruskah berinvestasi lebih banyak di AS dan sekutu serta mitra kami?" ungkap Raja Krishnamoorthi.

“Tindakan China ini membuat pilihan yang semakin mudah bagi perusahaan Amerika, dan kami di Kongres perlu membuatnya lebih mudah lagi bagi mereka untuk kembali ke rumah dan berinvestasi kembali di Amerika," kata Krishnamoorthi.

(bbn)

No more pages