Logo Bloomberg Technoz

Seorang juru bicara Patek Philippe menolak memberikan komentar.

Reardon memperkirakan akan ada “lonjakan tiba-tiba dalam permintaan jam tangan vintage dan bekas” di AS. Beberapa pelanggan bahkan mungkin langsung pergi ke Jenewa untuk membeli jam tangan jika harga jam di AS menjadi lebih mahal, tambahnya.

Penjualan barang mewah bisa terdampak jika ekonomi AS melambat akibat perang dagang global, seperti yang diperkirakan beberapa ekonom. Namun, pasar barang bekas bisa mendapatkan keuntungan dari peningkatan pasokan, kata Eric Wind, pendiri dan pemilik Wind Vintage, yang membeli dan menjual jam tangan vintage. 

Kondisi ekonomi yang lebih sulit dapat mendorong pemilik jam tangan mewah untuk menjual koleksi mereka demi mendapatkan uang tambahan, ujarnya.

Wind mengatakan klien-kliennya terus membanjirinya dengan permintaan pembelian. Ia juga menjual langsung ke dealer lain, yang sedang berada dalam situasi panik.

“Konsumen biasa mungkin belum benar-benar memikirkan bagaimana dampak hal ini bagi mereka,” kata Wind mengenai tarif tersebut. Para dealer, yang bersiap menghadapi lonjakan minat setelah lebih banyak konsumen menyadari potensi dampak bea masuk baru ini, merespons dengan “secara harfiah membeli ratusan jam tangan untuk mengamankan stok,” katanya pada hari Jumat.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini.”

AS pernah memberlakukan tarif tinggi atas impor jam tangan Swiss pada tahun 1950-an, yang awalnya membantu keberuntungan produsen jam tangan buatan AS, menurut Wind. Namun, perusahaan-perusahaan tersebut tidak cukup inovatif untuk bersaing dengan pembuat jam tangan Swiss ketika tarif tersebut akhirnya dicabut, tambahnya.

(bbn)

No more pages