"Tentunya kalau kedua pimpinan negara sudah bertemu, pastinya akan membahas banyak hal," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada pertengahan minggu ini mengumumkan penerapan tarif impor yang luas, yang berdampak signifikan bagi banyak negara.
Langkah ini memicu gelombang kejut besar yang mengguncang ruang rapat korporasi, pasar keuangan, dan pemerintahan di seluruh dunia.
Semua negara kini dikenakan tarif dasar sebesar 10%, yang sudah mulai berlaku, sementara mitra dagang dengan defisit perdagangan terbesar dengan AS akan menghadapi tarif timbal balik yang lebih tinggi mulai 9 April. Luas dan beratnya tarif ini melebihi ekspektasi, menyebabkan penurunan tajam di pasar saham.
(mef/del)
No more pages
























