Beberapa perusahaan besar telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk HP Inc, Walt Disney Co, dan Grubhub. Data dari perusahaan konsultan ketenagakerjaan Challenger, Gray & Christmas juga menunjukkan bahwa Februari mencatat jumlah pengumuman PHK tertinggi sejak pertengahan 2020, yang sebagian besar terjadi di instansi federal.
Klaim dari pegawai federal yang terdampak PHK tidak dimasukkan dalam angka klaim keseluruhan. Namun, dalam pekan yang berakhir pada 22 Februari, jumlah klaim dari pekerja federal melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 1.634 dari sebelumnya 614. Departemen Tenaga Kerja akan memperbarui angka ini untuk pekan yang berakhir pada 1 Maret nanti pada Kamis waktu AS.
Rata-rata klaim baru dalam empat minggu terakhir, yang digunakan untuk meredam fluktuasi data mingguan, tidak banyak berubah di angka 224.250.
Tanpa penyesuaian faktor musiman, klaim awal justru mengalami sedikit kenaikan pekan lalu. Wilayah Washington, DC-Maryland-Virginia mencatat penurunan jumlah klaim dari 7.150 menjadi 6.556, setelah sebelumnya melonjak pada awal Februari, meskipun masih lebih tinggi dibanding akhir tahun lalu.
Sementara itu, Massachusetts, Rhode Island, dan Michigan mencatat penurunan klaim terbesar.
Di sisi lain, perekrutan tenaga kerja di sektor swasta AS melambat pada Februari ke level terendah sejak Juli, terutama akibat pemangkasan tenaga kerja di sektor jasa, menurut laporan ADP Research yang dirilis Rabu (05/03/2025).
Laporan ketenagakerjaan Februari yang akan dirilis pada Jumat (07/03/2025) diperkirakan akan menunjukkan peningkatan jumlah pekerjaan, menurut perkiraan ekonom. Namun, data dalam laporan tersebut dikumpulkan sebelum banyaknya pemangkasan pegawai federal terjadi.
(bbn)































