Logo Bloomberg Technoz

Angka 5% tersebut sangat minor bagi China, yang juga sedang menggenjot produksi batu bara dalam negerinya untuk sumber energi. Bahkan, China telah bertransformasi untuk meningkatkan infrastur pembangkit listrik berbasis batu baranya.

“Jadi mereka [China] bilang, 'Ya sudah daripada kita diimpor, kita tekan saja, kita pakai yang dalam negeri'. Itu sudah kejadian sebetulnya, with or without Indonesia punya ketentuan ini [HBA untuk kegiatan ekspor],” kata Gita.

Dia menyebut kondisi itu tecermin dari nihilnya permintaan batu bara saat momentum perayaan Imlek. China disebut lebih memilih menggunakan stok batu bara yang dimiliki di dalam negerinya sendiri, ketimbang mengimpor dari RI.

“Sudah [terjadi penurunan permintaan]. Biasanya Imlek itu ada kenaikan untuk permintaan, [sekarang] enggak. Boro-boro stagnan; enggak ada,” ujarnya.

“Karena mereka sudah pintar, mereka bikin stok, mereka nyetok nih. Habis ini kan musim kering nih. Selesai kan musim dingin. Mereka menambang [batu bara] lagi. Pakai saja punyanya mereka. Enggak usah impor ya mereka."

APBI/ICMA memproyeksikan permintaan batu bara China akan terkikis sekitar 6,7% dari 332,2 juta ton pada 2024 menjadi 309,7 juta ton pada 2030.

Tidak hanya dari China, Gita menuturkan kondisi penurunan permintaan juga terjadi di India. Negeri Bollywood disebut berencana menurunkan impor batu bara terhadap Indonesia. 

“India akan menurunkan impor mereka atau dengan harapan bisa nge-push batu bara dalam negeri inya mereka,” ucap Gita.

Untuk itu, Gita berharap pemerintah memberlakukan masa transisi dalam penerapan aturan baru HBA tersebut. Menurutnya, pengusaha butuh waktu menyosialisasikan terhadap pembeli di luar negeri ihwal aturan tersebut.

Negara asal impor batu bara China pada 2024./dok. Bloomberg

Diprotes China

Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batubara China sebelumnya melaporkan beberapa perusahaan China mungkin akan berusaha untuk membatalkan atau merundingkan ulang kontrak jangka panjang yang telah disepakati akibat penentuan HBA sebagai standar harga ekspor batu bara Indonesia.

Dikutip dari Bloomberg News, Fenwei Energy Information Service Co dalam sebuah catatan mengatakan kebijakan HBA tersebut secara signifikan menaikkan harga batu bara Indonesia, dan hal itu dapat menghapus keuntungan perdagangan dan menghambat pembelian dari pembeli China.

“Salah satu masalahnya adalah harga batu bara sering berubah, tetapi HBA hanya diperbarui sebulan sekali. Indonesia mencoba mengurangi keterlambatan tersebut dengan mengubah jadwal tersebut, memperbarui [HBA] pada tanggal 1 dan 15 setiap bulan ke depannya, menurut peraturan pemerintah,” katanya.

Pembeli di China disebut menolak keras langkah Indonesia, karena produksi dan impor domestik yang tinggi selama bertahun-tahun, dikombinasikan dengan permintaan yang lemah selama musim dingin, telah menyebabkan banyak orang memiliki persediaan yang melimpah.

“Setidaknya satu pembeli batu bara utama telah menghentikan impor spot bahan bakar asing karena mencoba menurunkan persediaan,” tuturnya.

Harga batu bara China makin merosot./dok. Bloomberg

Per 1 Maret

Kementerian ESDM telah menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 72.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara per 1 Maret 2025.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut aturan tersebut secara otomatis berlaku terhadap mandatori penggunaan HBA untuk kegiatan ekspor batu bara.

Soal kekhawatiran penurunan ekspor, Tri menyebut aturan HBA dibuat untuk mengontrol harga batu bara di dalam negeri. Pemerintah dinilai tidak ingin harga batu bara Indonesia dijual murah ke luar negeri.

“[Tambang batu bara] underground [bawah tanah] nih sama open pit [tambang terbuka], cost-nya lebih tinggi mana? Kalau logika saya juga sama. Kok underground terus habis itu bisa jual lebih rendah ini? Logikanya belum masuk saya. China kan 90% underground. Terus dia kan produksi di Utara. Berarti kalau misalnya dikirim ke Selatan butuh transporasi. Kita juga ada transportasi, misalnya kita mau jual ke China,” jelas Tri ditemui di kantornya, Jumat (1/3/2025). 

“Ya pasti ada gejolak pastilah, tetapi tujuan kita adalah supaya kita lebih eksis lah.”

(mfd/wdh)

No more pages