Untuk dalam negeri, Hariyadi mengatakan akan bekerja sama dengan Asosiasi Travel Agen Indonesia (Astindo) dan GIPI, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia.
"Kita akan bersama-sama mendorong pameran di rencananya di delapan kota, untuk yang domestik. Itu upaya kita mendatangkan wisatawan mancanegara dan juga domestik. Lalu yang lainnya adalah melalui promosi," katanya.
Permasalahan dalam menggenjot sektor pariwisata menurut Hariyadi pun saat ini masih terkendala soal kekurangan dana promosi.
"Pemerintah kita juga sedang kesulitan anggaran juga pada situasi normal, jangan anggaran yang kecil, apalagi situasi seperti ini. Jadi problem paling utama dari kami sebetulnya adalah lebih kepada anggaran. Kalau yang lainnya kami bisa atasi, tapi untuk anggaran khususnya promosi kami menghadapi kendala," tuturnya.
(dec/spt)





























