Logo Bloomberg Technoz

"Dari DeepSeek kita belajar bahwa keberhasilan tidak selalu bergantung pada modal besar. Saya rasa ini agak melegakan untuk Indonesia. Sekali lagi keberhasilan tidak selalu bergantung pada modal besar, tapi pada strategi pada efisiensi serta kesiapan dalam menghadapi perubahan di tengah keterbatasan limitasi cip canggih," jelasnya. 

"Contohnya mereka [DeepSeek], menciptakan peluang dan mendisrupsi industri dengan mengembangkan algoritma baru. Terobosan-terobosan ini yang perlu kita lakukan di negara ini," terangnya. 

Sebagai catatan, efiensi biaya DeepSeek sebagian besar dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan ekspor chip canggih dari Amerika Serikat, seperti Nvidia H100. Sebagai alternatif, DeepSeek menggunakan chip Nvidia H800 yang memiliki performa lebih rendah. Kondisi ini memaksa perusahaan teknologi di China untuk menemukan metode inovatif dalam mengembangkan AI.

Salah satu teknik yang digunakan adalah "distillation," yaitu metode pelatihan model AI yang lebih fokus pada tugas spesifik. Menurut Chetan Puttagunta, seorang peneliti dari Benchmark General Partner, teknik ini memungkinkan AI untuk mengoptimalkan pemrosesan tugas-tugas tertentu sehingga lebih efisien. CEO Perplexity, Aravind Srinivas, juga menegaskan bahwa efisiensi model AI China dapat menjadi tantangan bagi perusahaan AI di Amerika Serikat.

Saat ini, DeepSeek telah tersedia secara gratis melalui aplikasi Android, situs web, dan API platform. Model AI ini diharapkan menjadi alternatif bagi pengguna global sekaligus memperketat persaingan di industri AI.

Berdasarkan laporan resmi DeepSeek, model AI mereka dirancang untuk bekerja dengan performa tinggi dan efisien. DeepSeek-V3, misalnya, mampu menjawab berbagai pertanyaan, menyelesaikan tugas harian, serta menangani perhitungan matematika dan logika kompleks. Sementara itu, DeepSeek-R1 dikembangkan agar lebih hemat sumber daya dibandingkan model sekelasnya.

(lav)

No more pages