Kinerja pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,87% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 3,37% (yoy).
Dalam rapat KSSK, Sri Mulyani juga menjelaskan kepada BI dan OJK agar lembaga keuangan di Indonesia bisa ikut mensukseskan dan mendukung program MBG.
“Saya tahu dalam hal ini makroprudensial, mikroprudensial dan channeling serta fokus dari berbagai program kredit dan pembiayaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga memastikan anggaran MBG bakal meningkat menjadi Rp171 triliun. Angka itu naik Rp100 triliun dari anggaran saat ini Rp71 triliun pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025.
Menurut Sri Mulyani, penambahan anggaran MBG itu bakal memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memberikan manfaat yang berlipat ganda terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.
"Apabila program MBG akan ditingkatkan dari Rp71 triliun ditambah Rp100 triliun maka menjadi Rp171 triliun jumlah sentra akan meningkat. Maka saya berharap ini akan menimbulkan dampak berlapis yang luar biasa bagi usaha kecil menengah di seluruh Indonesia," ujarnya.
Sri Mulyani mengamini program ini membutuhkan anggaran yang luar biasa besar. Dengan demikian, Presiden Prabowo Subianto memang akan terus meningkatkan anggaran MBG dari level saat ini Rp71 triliun. Terlebih, pelaksanaan MBG memang akan diterapkan secara bertahap, mulai dari jumlah sekolah yang ditargetkan maupun dari sisi sentra produksi atau SPPG.
(lav)




























