Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi menambahkan, selain bekerja sama dengan puskesmas milik pemerintah, nantinya program ini akan menggandeng puskesmas atau klinik swasta. Dikarena dibutuhkan jangkauan yang lebih luas dan biaya besar.

“Karena ini kan skrining gratis ya dibiayain pemerintah. Tapi ini kan kebutuhan besar pasti mendorong industri juga, supaya mendorong industri dalam negeri kesehatan bisa mensupply kebutuhannya ya,” tutup Endang.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman pun meluruskan ekspetasi masyarakat yang menganggap pemeriksaan akan dilakukan seperti medical check up di rumah sakit, padahal ini hanya dilakukan di puskesmas.

Selain itu, pelaksanaanya juga akan memanfaatkan klinik yang juga bekerjasama dengan BPJS. Total lokasi secara nasional sekitar 30 ribu lebih untuk melayani masyarakat.

"Terus itu hanya dilakukan di fasilitas primer.Artinya bukan di rumah sakit. Jadi hanya puskesmas saja. Kalau puskesmas kita kan sekarang ada, 10 ribu lebih. Kalau sama klinik mungkin 20 ribu, 30 ribuan lah," ujar Aji kepada Bloomberg Technoz.

"Tapi cukup untuk kebutuhan deteksi penyakit di situ," ujarnya.

(spt)

No more pages