Logo Bloomberg Technoz

Angin Santa Ana disebabkan oleh tekanan tinggi yang terbentuk di Great Basin di barat AS, yang mendorong udara melintasi pegunungan California menuju laut. Pegunungan tersebut mengarahkan angin menjadi embusan kencang yang semakin panas dan kering saat turun ke lembah. Peristiwa ini dapat berlangsung selama beberapa hari, biasanya terjadi antara September hingga April, dan sering kali dikaitkan dengan kebakaran paling merusak di wilayah tersebut.

Pada 2019, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa musim Santa Ana kemungkinan besar akan dimulai lebih lambat dan peristiwa angin individual akan semakin jarang terjadi seiring pemanasan global.

Petugas memadamkan api saat Kebakaran Palisades di kawasan Pacific Palisades, Los Angeles, California, AS, Selasa (7/1/2025). (Kyle Grillot/Bloomberg)

Dampak Perubahan Iklim terhadap Pola Angin

Janice Coen, ilmuwan proyek di National Center for Atmospheric Research, menjelaskan bahwa pergeseran pola sirkulasi, termasuk arus jet yang mengelilingi bumi, turut memengaruhi frekuensi Santa Ana. “Saat arus jet bergeser ke utara, kejadian seperti ini akan semakin jarang terjadi di California Selatan,” kata Coen. Meski demikian, ia menambahkan, “Jika manusia tidak memengaruhi iklim sekalipun, variabilitas besar dari tahun ke tahun tetap akan terjadi.”

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meski peristiwa Santa Ana di musim semi dan gugur akan semakin jarang, angin yang terjadi akan lebih panas dan kering. Selain itu, kondisi kering yang memperbesar risiko kebakaran akan semakin sering bersamaan dengan puncak musim angin, yakni pada Desember dan Januari.

Dalam jangka pendek, para ilmuwan sepakat bahwa kekeringan adalah penyebab utama kebakaran yang sulit dikendalikan di Los Angeles pekan lalu.

Musim dingin biasanya menjadi waktu terbasah bagi kota tersebut. Namun sejak 1 April, pusat kota Los Angeles hanya menerima curah hujan kurang dari 1 inci — jauh di bawah rata-rata lebih dari 5 inci pada periode yang sama. Setelah dua musim dingin yang basah, California Selatan kembali mengalami kekeringan. Rumput dan semak di seluruh wilayah kekurangan kelembapan, memberikan bahan bakar yang melimpah bagi kebakaran yang muncul.

“Kita bahkan tidak akan membicarakan peristiwa ini jika LA mendapatkan hujannya,” kata Clements.

(bbn)

No more pages