Logo Bloomberg Technoz

Harga Bitcoin Tertekan, Menanti Pengumuman Inflasi AS

Muhammad Julian Fadli
09 May 2023 16:40

Ilustrasi kripto Ripple, Ethereum, Bitcoin, Binance USD and Solana (Christopher Pike/Bloomberg)
Ilustrasi kripto Ripple, Ethereum, Bitcoin, Binance USD and Solana (Christopher Pike/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) terus tertekan. Saat ini harganya tengah berkonsolidasi pada rentang harga US$27.000 hingga US$29.800 dalam satu pekan terakhir. Pada posisi saat tulisan ini dibuat BTC bertengger di level US$27.655.

Adapun Bitcoin sempat menguat pada Kamis (4/ 5/2023) kemarin ke kisaran US$29.300, merespon positif kebijakan kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pada rentang 5% hingga 5,25%. Keputusan ini dibuat untuk menekan inflasi negeri paman sam yang masih tergolong tinggi.

Namun, pekan ini Bitcoin, dan Ethereum mengalami tekanan jual dengan banyaknya sentimen negatif yang muncul. Pada Selasa (8/5/2023) pukul 08.00 WIB, Bitcoin kembali turun ke rentang harga US$27.575 atau turun 2,50% dalam 24 jam terakhir.

Senada dengan koreksi harga BTC, total market cap pasar aset kripto secara keseluruhan juga drop sebesar 2,92% menjadi US$1.14 triliun.

Panji Yudha Financial Expert Ajaib Kripto menjelaskan, tekanan jual BTC dimulai setelah AS mencatat data Non Farm Payrolls (NFP) pada April 2023 sebesar 253.000.