“Menutup tahun, pasar CPO sepertinya masih akan berisiko mengalami tekanan jual,” ujar Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Selain aksi profit taking, harga CPO juga tertekan karena perkembangan harga minyak nabati lainnya. Kemarin, harga minyak kedelai di bursa Dalian (China) turun 0,23%.
Sementara harga minyak biji bunga matahari berkurang 0,79%. Lalu harga minyak rapeseed minus 0,92%.
Saat harga minyak nabati pesaing lebih murah, maka keuntungan untuk beralih ke CPO menjadi berkurang. Sebab, berbagai komoditas ini bersifat bisa saling menggantikan.
Analisis Teknikal
Bagaimana dengan proyeksi harga CPO untuk hari ini? Apakah bisa bangkit setelah turun berhari-hari?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 42,36. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Akan tetapi, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh angka 0. Sudah paling kecil, sangat jenuh jual (oversold).
Oleh karena itu, sepertinya ada peluang harga CPO bisa bangkit. Target resisten terdekat ada di MYR 4.747/ton. Jika tertembus, maka MYR 4.823/ton bisa menjadi target berikutnya.
Sedangkan target support ada di MYR 4.697/ton. Penembusan di titik ini berisiko menekan harga CPO menuju MYR 4.593/ton.
(aji)





























