Logo Bloomberg Technoz

Investor asing membukukan jual bersih (net sell) Rp 4,51 triliun minggu ini. Naik dari minggu lalu yang net sell Rp 4,49 triliun.

BI Rate Naik

Dari dalam negeri, pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) menjadi beban bagi gerak IHSG. Pada Rabu (24/4/2024). Gubernur Perry Warjiyo mengumumkan keputusan yang di luar dugaan pelaku pasar.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23-24 April 2024 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%, suku bunga Deposit Facility menjadi 5,5%, dan suku bunga Lending Facility menjadi 7%," ungkap Perry dalam jumpa pers usai RDG.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 41 ekonom/analis menghasilkan median proyeksi BI Rate tetap di 6%. 

Setelah BI mengumumkan kenaikan suku bunga acuan, IHSG langsung melemah 2 hari beruntun pada Kamis dan Jumat. Koreksinya masing-masing 0,27% dan 1,67%.

Kenaikan suku bunga acuan akan menyebabkan biaya dana (cost of fund) perbankan naik. Akibatnya, biaya ekspansi korporasi akan bertambah dan bisa menggerus laba.

Sentimen domestik memang sepertinya menjadi biang keladi koreksi IHSG. Sebab, indeks saham utama Asia lainnya cenderung menguat pekan ini. 

Sepanjang minggu ini, Shanghai Composite (China) naik 0,76%. Kemudian Sensex (India) menguat 0,88%, KLCI (Malaysia) bertambah 1,78%, SETI (Thailand) terkerek 2,07%, Nikkei 225 (Jepang) melesat 2.34%, Hang Seng (Hong Kong) terangkat 2,73%, PSEI (Filipina) melonjak 2,88%, dan Straits Times (Singapura) melejit 3,26%.

(aji)

No more pages