Logo Bloomberg Technoz

796 Ribu AgenBRILink Siap Layani Masyarakat Selama Libur Lebaran


Dok: BRI
Dok: BRI

Jakarta- Masyarakat tak perlu khawatir kesulitan mengakses layanan perbankan selama libur lebaran, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui 796 ribu agen laku pandainya yakni AgenBRILink siap melayani berbagai kebutuhan perbankan nasabah.

Dengan AgenBRILink, masyarakat dapat lebih mudah dan lebih dekat untuk memenuhi kebutuhan transaksi seperti penukaran uang, tarik tunai dari luar negeri, serta pembayaran tiket transportasi dan akomodasi mudik. Tak hanya itu, akses lain seperti transfer, membayar zakat, membayar belanjaan di e-commerce, tarik tunai melalui Super App BRImo, serta membeli voucer game juga dapat dilakukan di AgenBRILink.

Selama ini, kehadiran AgenBRILink telah memberikan kontribusi nyata BRI untuk masyarakat luas. Agen ini telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Selain itu, AgenBRILink juga turut mengedukasi masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus memaksimalkan peluang bisnis sebagai sumber mata pencaharian agen.

Di luar kebutuhan tersebut, AgenBRILink juga tetap melayani kebutuhan harian masyarakat, di antaranya pembayaran tagihan listrik, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA dan pinjaman, dan transaksi lainnya. 

Dok: BRI

Sebelumnya pada kesempatan berbeda, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa AgenBRILink memiliki peran krusial dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Ini yang sebenarnya paling mungkin cocok dengan modelnya BRI adalah AgenBRILink, jadi tidak boleh digital tapi juga tidak boleh komen konvensional, kita bikin hybrid. Proses internalnya kita digitalkan tapi urusan interaksi dengan nasabah masih menggunakan pendekatan human touching ya yaitu melalui agen," imbuhnya.

"Dan Alhamdulillah kita sekarang telah memiliki 796 ribu agen di seluruh Indonesia, di 75.000 desa. Jadi jumlah agen lebih banyak daripada jumlah desa," pungkas Sunarso.