Logo Bloomberg Technoz

Masih Solid

Menutup 2023, bagaimanapun, baik Boeing maupun Airbus mencatatkan angka pesanan dan pengiriman yang kuat per Desember.

Airbus berhasil memecahkan rekor backlog sebanyak 8.598 jet, rekor pesanan kotor tertinggi dalam setahun sebanyak 2.319 jet, dan pesanan baru bersih tertinggi dalam setahun sejumlah 2.094 jet sepanjang tahun lalu.

Pesaingnya, Boeing juga mencetak rekor simpanan perusahaan sebanyak 6.216 jet tahun  lalu, tertinggi sepanjang sejarah.

“Catatan-catatan ini adalah pertanda akan terjadinya hal-hal yang akan datang. Dalam beberapa tahun ke depan, Airbus akan menjadi pembuat jet komersial pertama yang sanggup mengirim 1.000 jet per tahun,” papar laporan Flight Plan dari Forecast International.

Data pesanan pesawat Boeing dan Airbus per Desember 2023. (Sumber: Flight Plan)


Pada saat yang sama, persaingan antara dua pembuat jet komersial besar tersebut akan makin memanas, karena Boeing akan berupaya semaksimal mungkin untuk menutup pengiriman kesenjangan dengan rivalnya di Eropa.

Secara bulanan, pada Desember 2023, Boeing tercatat mengirimkan 67 jet komersial atau turun dari realisasi sebanyak 69 unit pada buan yang sama 2022.

Sebaliknya, Airbus pada Desember 2023 terdata mengirimkan 112 jet komersial. Berbeda dengan nasib  Boeing, realisasi pengiriman Airbus naik cukup signifikan dari hanya 98 unit pada Desember 2022. 

Upaya Pemulihan

Forecast International juga memaparkan bahwa Boeing masih harus menempuh jalan panjang sebelum dapat mencetak rekor pengiriman baru sepanjang masa, terlebih perseroan masih harus memulihkan diri dari tekanan akibat pandemi selama 2021—2023.

Berbanding terbalik, Airbus kemungkinan besar akan lebih cepat memulihkan kinerjanya seperti sebelum pandemi pada tahun ini.

“Pada 2018, sebelum Covid-19 dan penghentian produksi 737 MAX yang pertama, Boeing mengirimkan 806 jet, jumlah yang kemungkinan tidak akan tercapai lagi sebelum jangka waktu 2025-2026,” papar laporan tersebut.

Sementara itu, rekor tertinggi Airbus yaitu 863 pengiriman terjadi pada 2019, suatu tingkat yang dapat dilampaui pada 2024 jika rantai pasokan perusahaan dapat mengimbanginya.

“Selain itu, Airbus diperkirakan akan mempertahankan keunggulan pengirimannya pada masa mendatang karena keunggulan backlog perusahaan tersebut dibandingkan dengan Boeing.”

Sebelum 2019, padahal, Boeing berhasil melampaui rekor volume pengiriman jet Airbus setiap tahunnya sejak 2012.

(wdh)

No more pages