Logo Bloomberg Technoz

Ini merupakan bagian dari rencana Schumacher untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan keuntungan di Unilever. Dia juga berencana menghilangkan warisan ekspansi berlebihan, peluang yang terlewatkan, juga merger dan akuisisi yang gagal.

"Ide keseluruhan kami adalah melakukan lebih sedikit hal dengan lebih baik, dan dengan dampak yang lebih besar," kata Schumacher saat dihubungi wartawan. "Es krim benar-benar bisnis yang berbeda. Itu sudah dikelola secara terpisah dari aktivitas kami yang lain."

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, divisi es krim memiliki penjualan €7,9 miliar atau setara Rp135 triliun pada 2023. Namun, margin keuntungannya kurang dari setengah unit perawatan pribadi perusahaan. Ini juga merupakan bisnis musiman yang padat modal, membutuhkan logistik rantai dingin yang lebih kompleks.

Perusahaan mengatakan bahwa pemisahan yang menciptakan entitas baru yang terdaftar di bursa adalah pilihan paling mungkin untuk memisahkan unit tersebut. Meskipun sebelumnya mereka telah menjual bisnis lain yang pertumbuhannya lambat kepada perusahaan ekuitas swasta.

Restrukturisasi ini akan membuat perusahaan fokus pada empat bisnis: kecantikan dan kesehatan, perawatan pribadi, perawatan rumah, dan nutrisi.

"Ini adalah tugas yang rumit di depan mereka, tetapi secara keseluruhan perusahaan bergerak ke arah yang benar," kata Roseanna Ivory, direktur investasi untuk ekuitas Inggris dan Eropa di pengelola dana Abrdn Plc.

Pandangan Politik Berbeda

Unilever sebelumnya berurusan dengan kontroversi atas sikap politik yang diambil oleh Ben & Jerry's. Pada Desember 2022, Unilever menyelesaikan gugatan hukum dengan dewan independen merek es krim tersebut setelah Ben & Jerry's keberatan produknya dijual di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Dalam insiden terpisah awal tahun itu, Unilever mengkritik Ben & Jerry's setelah merek tersebut mengatakan di media sosial bahwa Presiden AS Joe Biden sedang "menyalakan api perang" dengan mengirim pasukan ke Eropa, beberapa minggu sebelum Rusia menginvasi Ukraina.

Perusahaan makanan besar juga telah mencoba menyesuaikan portofolio mereka karena obat penurun berat badan baru dari Novo Nordisk A/S dan Eli Lilly & Co semakin populer. Es krim tidak lagi cocok dengan merek Unilever lainnya seperti kaldu Knorr dan pembersih Domestos, kata para analis.

"Kami percaya pemisahan bisnis es krim masuk akal mengingat profilnya yang lebih lambat dan kurangnya sinergi biaya karena rantai pasokannya yang dingin," kata James Edwardes Jones dari RBC Capital Markets.

Pemisahan unit es krim adalah langkah terbaru dari serangkaian upaya Unilever untuk merampingkan portofolionya sejak menolak tawaran pengambilalihan yang tidak diminta dari Kraft Heinz Co padan 2017. Kemudian pada tahun itu, mereka menjual bisnis margarin dan selainya ke KKR & Co. Empat tahun kemudian, mereka setuju untuk menjual unit tehnya ke CVC Capital Partners.

(bbn)

No more pages