Logo Bloomberg Technoz

“Perkembangan ekonomi global yang melemah akan mempengaruhi permintaan sehingga mempengaruhi level atau tingkat harga dari berbagai komoditas. Harga batu bara menurun 18,5% secara year-to-date,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, kemarin.

Perkembangan ini, lanjut Sri Mulyani, tentu harus diwaspadai. Sebab, tentu pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara memang masih bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 26,84. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI berada di 20,53. Sudah hampir menyentuh zona jenuh jual (oversold) di bawah 20.

Namun dengan koreksi yang sudah cukup dalam, harga batu bara berpeluang bangkit. Target resisten terdekat adalah US$ 123/ton. Jika tertembus, maka ada kemungkinan naik lagi menuju US$ 126/ton.

Sementara target support terdekat ada di US$ 115/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga batu bara turun lagi menuju US$ 112/ton.

(aji)

No more pages