REAL COUNT PILPRES 2024

Diperbarui: 23 Feb 2024 | 20:00 WIB

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Data Masuk: 75.26%

01. Anies - Muhaimin

24.06%

02. Prabowo - Gibran

58.89%

03. Ganjar - Mahfud

17.05%

QUICK COUNT PILPRES 2024

01. Anies - Muhaimin
25.21%
02. Prabowo - Gibran
58.06%
03. Ganjar - Mahfud
16.73%

Data Masuk: 99.9%

01. Anies - Muhaimin
25.13%
02. Prabowo - Gibran
58.51%
03. Ganjar - Mahfud
16.36%

Data Masuk: 100%

01. Anies - Muhaimin
25.06%
02. Prabowo - Gibran
59.08%
03. Ganjar - Mahfud
15.86%

Data Masuk: 100%

Disclaimer: Bloomberg Technoz bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk menampilkan hasil hitung cepat atau quick count. Lembaga-lembaga tersebut sah secara hukum dan aturan berdasarkan Keputusan KPU No.1035/2023 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Lembaga Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilu Tahun 2024. Namun, Bloomberg Technoz maupun Bloomberg Media tidak bertanggung jawab atas validasi data serta hasil hitung cepat dari lembaga survei tersebut.

Logo Bloomberg Technoz

Simak Cara Terhindar dari Aplikasi Berbahaya Jelang Pemilu

Redaksi
11 February 2024 13:00

Ilustrasi Serangan Hacker. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Serangan Hacker. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan saat ini terdapat tiga malware yang teridentifikasi berkaitan dengan Pemilu dan menghadirkan ancaman serius terhadap keamanan dan privasi data pengguna.

Ketiga malware terkait Pemilu 2024 dengan ekstensi APK yakni, CEK DATA PEMILIHAN UMUM 2024.APK, Daftar Pemilu 2024.APK, dan Simulasi Pemilu Pilpres 2024.txt.APK. 

Dalam melancarkan aksi kejahatannya, penyerang menyebarkan aplikasi yang berkaitan dengan Pemilu 2024 dengan cara mengirimkan pesan secara personal kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil analisis tim analis malware BSSN terhadap aplikasi berbahaya yang berkaitan dengan Pemilu 2024, ditemukan bahwa setelah aplikasi diinstal, aplikasi dapat mencuri seluruh SMS yang masuk dengan cara melakukan permintaan perizinan yang berkaitan dengan SMS pada perangkat korban. 

Aplikasi berbahaya yang telah terinstal akan menampilkan tampilan sesuai dengan nama aplikasi berbahaya yang diterima korban. Dalam kasus ini berkaitan dengan Pemilu 2024, maka aplikasi berbahaya menampilkan logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah aplikasi terinstal.