Logo Bloomberg Technoz

Jepang Diambang Krisis Anak Muda

News
06 March 2023 11:08

Prakiraan Populasi Jepang Menyusut Sepertiga dalam Lima Tahun Mendatang. (Sumber: Bloomberg)
Prakiraan Populasi Jepang Menyusut Sepertiga dalam Lima Tahun Mendatang. (Sumber: Bloomberg)

Isabel Reynolds and Emi Urabe - Bloomberg News

Bloomberg - Krisis angka kelahiran yang terjadi di Jepang tampaknya semakin mengkhawatirkan. Penasihat Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan bahwa jika hal ini dibiarkan akan berdampak buruk pada aspek sosial dan ekonomi negara.

Masako Mori, anggota parlemen majelis tinggi itu menyampaikan dalam sebuah wawancara di Tokyo pada Selasa (28/02/2023), angka kelahiran Jepang pada tahun lalu anjlok ke rekor terendah dan ini dapat mengancam eksistensi Jepang.

Jumlah kematian tahun lalu di Jepang sekitar dua kali lipat jumlah kelahiran, dengan angka kelahiran kurang dari 800.000 bayi dan angka kematian sekitar 1,58 juta orang. PM Kishida berupaya untuk mengendalikan tren ini dan berencana untuk menggandakan anggaran untuk anak-anak dan keluarga.

Populasi Jepang semakin mengalami laju penurunan dengan jumlah penduduk 124,6 juta dari puncaknya lebih dari 128 juta yang dicapai pada tahun 2008. Sementara itu, proporsi penduduk berusia 65 tahun ke atas naik menjadi lebih dari 29% tahun lalu. Meski Korea Selatan diketahui memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah, namun populasi Jepang menyusut lebih cepat.