Logo Bloomberg Technoz

Mengenal Laut Merah: Perairan Bahaya yang Jadi Nadi Minyak Dunia

Wike Dita Herlinda
28 December 2023 12:50

Bentuk Laut Merah yang lonjong memotong secara diagonal pada tanggal 29 September 2004. (Jeff Schmaltz, MODIS Rapid Response Team, NASA/GSFC)
Bentuk Laut Merah yang lonjong memotong secara diagonal pada tanggal 29 September 2004. (Jeff Schmaltz, MODIS Rapid Response Team, NASA/GSFC)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Laut Merah belakangan menjadi sorotan dunia lantaran telah menyebabkan anomali terhadap harga minyak, akibat banyaknya kapal-kapal tanker yang terpaksa mengalihkan rute pelayaran mereka di tengah konflik di kawasan tersebut.

Perairan berbahaya ini telah tersulap menjadi koridor perdagangan global yang penting bagi minyak, khususnya setelah perang Rusia-Ukraina. Eropa mengembargo minyak dari Rusia, sehingga mereka makin bergantung pada kargo dari Timur Tengah.

Sementara itu, Rusia telah meningkatkan arus masuk ke Asia seiring dengan upaya mereka mencari jalan keluar untuk ekspornya. Kondisi ini meningkatkan pergerakan minyak melalui Laut Merah, baik menuju utara maupun selatan sekitar 140%, menjadi 3,8 juta barel per hari (bph).

Lonjakan ini menyoroti kerentanan dari sebuah jalan utama bagi aliran minyak ketika negara-negara di seluruh dunia merancang ulang peta perdagangan energi global.

Dampak serangan Laut Merah terhadap jalur minyak dunia./dok. Bloomberg Technoz


Dalam beberapa pekan terakhir, eskalasi besar-besaran serangan terhadap kapal dagang oleh militan Houthi yang berbasis di Yaman telah membuat perusahaan seperti BP Plc dan Equinor ASA menghentikan pengiriman dan mengalihkan jalur kapal, dengan harga minyak awalnya naik akibat kabar ini.