Logo Bloomberg Technoz

Jokowi Restui Ekspansi Ekonomi, Tapi Harus Super Hati-hati

Pramesti Regita Cindy
22 December 2023 09:54

Keterangan Pers Presiden Jokowi, Istana Merdeka, 4 Desember 2023. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)
Keterangan Pers Presiden Jokowi, Istana Merdeka, 4 Desember 2023. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan bahwa situasi ekonomi masih tidak mudah. Ketidakpastian masih tinggi dan bisa mengancam ekspansi ekonomi.

"Menakhodai kapal besar negara Republik Indonesia dalam gelombang ketidakpastian ekonomi global sangat tidak mudah. Kita inginnya pertumbuhan ekonomi lebih baik, tetapi tetap harus dalam posisi kehati-hatian," tegas Jokowi dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian 2024 di Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Jokowi menyampaikan, boleh saya memacu ekonomi dengan ekspansif. Namun tetap harus hati-hati.

"Ekspansif boleh, tetapi dalam kalkukasi yang super hati-hati," tegasnya. 

Saat bertemu dengan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Jokowi mengungkapkan sudah ada 96 negara yang menjadi 'pasien' lembaga yang berkantor pusat di Washington DC (Amerika Serikat) tersebut. Kemudian dari 57 negara anggota Bank Pembangunan Islam (IDB), 32 negara sedang dalam kondisi ekonomi yang sangat berat.