Logo Bloomberg Technoz

UE Dikritik Gegara Bikin Biofuel Berbahan Jelantah Minyak Sawit

News
14 December 2023 10:10

Seorang penjaga toko mengemas minyak goreng di Pasar Kambing di Jakarta, Indonesia. Fotografer: Dimas Ardian/Bloomberg
Seorang penjaga toko mengemas minyak goreng di Pasar Kambing di Jakarta, Indonesia. Fotografer: Dimas Ardian/Bloomberg

Agnieszka de Sousa - Bloomberg News

Bloomberg, Sebuah kelompok advokasi lingkungan mengkritik Uni Eropa (UE) yang terus mengimpor minyak goreng bekas atau jelantah sebagai bahan baku biofuel. Kebijakan itu dinilai sebagai ‘penipuan’ terhadap komitmen keberlanjutan blok mata uang tunggal tersebut.

Benua Biru makin ketergantungan pada impor minyak goreng bekas, yang permintaannya meningkat lebih dari dua kali lipat antara 2015 dan 2022. Sebagian besar jelantah itu digunakan pada mobil dan truk sebagai biodiesel, kata Transport & Environment (T&E) dalam sebuah laporan. Sekitar 60% impor tersebut berasal dari China.

T&E menuding beberapa pemasok di Asia mencampurkan bahan bakar nabati (BBN) dengan bahan baku yang lebih murah atau alternatif yang kurang berkelanjutan, lalu memberikan label yang salah pada bahan bakar tersebut untuk mendapatkan manfaat dari insentif energi terbarukan.

Bahan campuran tersebut disinyalir termasuk kelapa sawit, yang dituding sebagai penyebab utama deforestasi di negara-negara seperti Indonesia. Ini adalah salah satu komoditas yang dilarang impor oleh UE jika pasokannya ditanam di lahan yang mengalami deforestasi.