Logo Bloomberg Technoz

KCI, dalam hal ini, sudah memesan rangkaian KRL pengganti ke INKA, sesuai dengan jumlah set yang akan dipensiunka. Akan tetapi, IKNA baru bisa menyelesaikan pesanan paling cepat pada 2025 atau lewat dari tenggat kebutuhan KCI.

Bambang berharap KCI dapat memaksimalkan produksi INKA yang notabene merupakan perusahaan milik negara. Menurutnya, KCI seharusnya melakukan pemesanan lebih awal kepada INKA, alih-alih memaksakan impor kereta bekas dari Negeri Sakura.

“Kami mendukung langkah Kemenperin yang belum menyetujui importasi kereta bekas tersebut, karena harus dikaji dari semua aspek keamanan, kelayakan, dan juga aspek teknis lainnya karena ini barang bekas. Jangan sampai baru dipakai sebulan sudah mogok, namanya barang bekas,”tegasnya.

Di sisi lain, Menteri BUMN Erick Thohir menyarankan agar Kemenperin segera memberikan surat rekomendasi impor rangkaian KRL bekas dari Jepang agar mobilitas masyarakat di Jakarta dan sekitarnya tidak terganggu. 

Menurutnya, KCI tidak perlu memaksakan diri untuk menggunakan rangkaian KRL produksi dalam negeri apabila produksi INKA belum sepenuhnya siap.

"Kalau kita lihat lonjakan penumpang dan pembangunan infrastruktur kereta api, kita juga harus lihat kapasitas produksi kita. Mencukupi atau tidak? Kalau ternyata kapasitas produksi kita tidak siap, tidak ada salahnya bekerja sama dengan negara lain," ujar Erick ketika ditemui oleh awak media di Jakarta, Selasa (28/02/2023).

Kereta commuter line (KRL) melintas di Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (15/2/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Erick menegaskan sinergi antarinstansi pemerintah sangat diperlukan untuk menyiasati pembengkakan ongkos di tingkat pengguna. 

"Saya minta dukungan dari menteri pengambil kebijakan untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Angka-angka pengeluaran masyarakat jangan jadi mahal, energi sudah mahal, pangan mahal, kita harus cari solusi," ujarnya.

Sekadar catatan, selain banyaknya rangkaian KRL yang akan memasuki masa pensiun, KCI juga dihadapkan pada naiknya jumlah penumpang Kereta Commuter Jabodetabek pada awal 2023. 

Tercatat, pengguna KRL Jabodetabek di seluruh lintas telah mengalami kenaikan pada awal 2023 dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya menjadi total 10,44 juta penumpang. 

VP Corporate Secretary KCI Anne Purba menyebutkan lintas Depok sampai dengan Bogor mencatatkan jumlah pengguna terbesar dibandingkan dengan lintas lainnya sebesar 10,44 juta penumpang pada Januari 2023. 

Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan Januari 2022 sebesar 6,92 juta penumpang dan 5,86 juta pengguna pada Januari 2021.

Kemudian, jumlah pengguna pada lintas Bekasi sampai dengan Cikarang mencapai 5,98 juta penumpang. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,64 juta pengguna dan 1,44 juta penumpang pada Januari 2021. 

(rez/wdh)

No more pages