REAL COUNT PILPRES 2024

Diperbarui: 26 Feb 2024 | 13:50 WIB

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Data Masuk: 77.13%

01. Anies - Muhaimin

24.44%

02. Prabowo - Gibran

58.84%

03. Ganjar - Mahfud

16.72%

QUICK COUNT PILPRES 2024

01. Anies - Muhaimin
25.21%
02. Prabowo - Gibran
58.06%
03. Ganjar - Mahfud
16.73%

Data Masuk: 99.9%

01. Anies - Muhaimin
25.13%
02. Prabowo - Gibran
58.51%
03. Ganjar - Mahfud
16.36%

Data Masuk: 100%

01. Anies - Muhaimin
25.06%
02. Prabowo - Gibran
59.08%
03. Ganjar - Mahfud
15.86%

Data Masuk: 100%

Disclaimer: Bloomberg Technoz bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk menampilkan hasil hitung cepat atau quick count. Lembaga-lembaga tersebut sah secara hukum dan aturan berdasarkan Keputusan KPU No.1035/2023 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Lembaga Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilu Tahun 2024. Namun, Bloomberg Technoz maupun Bloomberg Media tidak bertanggung jawab atas validasi data serta hasil hitung cepat dari lembaga survei tersebut.

Logo Bloomberg Technoz

Medsos Sarang Hoaks: Facebook Nomor 1, Disusul X dan TikTokĀ 

Dovana Hasiana
28 November 2023 18:10

Facebook. (Dok: Bloomberg)
Facebook. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dalam laporan terbaru mencatat, Facebook merupakan media sosial yang paling banyak digunakan sebagai saluran misinformasi pada periode 1-15 November 2023. 

Dari 67 hoaks yang ditemukan pada periode tersebut, 32 hoaks atau misinformasi berada pada platform Facebook. Sementara itu, 15 berada pada palform X, dulu bernama Twitter.

Sementara sembilan konten hoaks tersebar di TikTok. Sisanya, empat hoaks berada di Youtube, empat hoaks di Instagram, dan satu campuran.  

“Preferensi terhadap Facebook hampir mendekati 48% dari total kasus dan menunjukan ketergantungan pada jejaring sosial yang sudah mapan untuk menyebarkan misinformasi,” seperti dikutip dari laporan Mafindo, Selasa (28/11/2023). 

Fitur grup Facebook memungkinkan pengguna dengan minat yang sama untuk berkelompok, menciptakan ruang di mana informasi yang salah dapat menyebar dengan cepat di antara individu yang berpikiran sama.