Selanjutnya, pada 2028, China berencana menguji roket Long March 10 bersama wahana pendarat Bulan bernama Lanyue. Misi tanpa awak tersebut akan menguji kemampuan wahana untuk melakukan pendaratan dan kembali terbang menuju orbit Bulan.
Pada 2029, China akan melanjutkan pengujian melalui dua peluncuran roket Long March 10. Misi ini akan membawa wahana Mengzhou dan Lanyue untuk melakukan simulasi pertemuan serta proses penyambungan atau docking di orbit Bulan sebelum wahana pendarat menjalankan simulasi pendaratan.
Tahap keempat menjadi misi utama, yakni penerbangan berawak yang ditargetkan terlaksana sebelum 2030. Dalam skenario tersebut, tiga astronaut akan dibawa menggunakan Mengzhou, dengan dua di antaranya melanjutkan perjalanan menuju permukaan Bulan menggunakan wahana Lanyue.
Kedua astronaut tersebut direncanakan menghabiskan waktu sekitar tiga hari di permukaan Bulan untuk menjalankan sejumlah aktivitas eksplorasi, termasuk berjalan di permukaan Bulan.
Space.com mengutip analisis akun CNSpaceflight yang menilai penggunaan target waktu sebelum 2030 memberikan fleksibilitas bagi China. Pendaratan pada 2029 dapat menjadi pencapaian lebih awal, sementara kemungkinan pergeseran ke 2030 masih berada dalam kerangka target yang telah diumumkan.
Persaingan dengan NASA
Ambisi China tersebut berhadapan dengan program Artemis NASA yang menargetkan pendaratan astronaut di Bulan pada awal 2028 melalui misi Artemis IV.
NASA sebelumnya telah mengirim astronaut mengelilingi Bulan melalui misi Artemis II pada April 2026. Badan antariksa AS itu selanjutnya menargetkan Artemis III pada musim panas 2027 untuk menguji prosedur pertemuan dan penyambungan wahana antariksa di orbit rendah Bumi.
Misi Artemis III akan menguji integrasi kapsul Orion dengan wahana pendarat milik perusahaan swasta, yakni Starship milik SpaceX dan Blue Moon milik Blue Origin.
Namun, jadwal tersebut masih menghadapi tantangan teknis. Starship masih harus membuktikan kemampuan pengisian bahan bakar di luar Bumi (off-Earth refueling), yang menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menjalankan misi menuju Bulan. Sementara itu, wahana Blue Moon juga masih harus menjalani penerbangan uji perdananya.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Artemis IV akan membawa astronaut NASA kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan, pertama kalinya sejak misi Apollo 17 pada 1972.
Persaingan kedua negara tidak hanya berkaitan dengan pencapaian pendaratan astronaut. China dan AS juga memiliki ambisi membangun pangkalan di permukaan Bulan dalam dekade mendatang.
Keberadaan pangkalan tersebut berpotensi memberikan keuntungan strategis dalam eksplorasi sumber daya Bulan, termasuk akses terhadap cadangan es air di wilayah kutub selatan Bulan. Negara yang lebih dahulu membangun kehadiran permanen juga berpeluang memiliki pengaruh lebih besar dalam membentuk aturan aktivitas manusia di Bulan.
(fik/ell)





























