Logo Bloomberg Technoz

"Kita nggak kasih izin, itu business as usual. Itu B2B saja, jadi kita hanya memastikan bahwa memang ini sesuai dengan semua ketentuan berlaku berdasarkan keterangan bank, semua ketentuan yang berlaku," terang Dian.

Dian menyebut Haji Isam merupakan nasabah lama sekaligus prime customer Bank Mandiri. Hubungan komersial yang telah berlangsung lama membuat bank telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memberikan fasilitas pembiayaan, termasuk kecukupan agunan.

Menurut dia, saham bukan merupakan agunan utama dalam fasilitas kredit tersebut. Agunan utama berasal dari proyek yang dibiayai, sedangkan saham dan aset lainnya menjadi jaminan tambahan. "Agunan utamanya kan proyek, setelahnya kan tambahan. Mau saham kek, mau yang lain-lain itu sebenarnya agendanya tambahan saja," ujar Dian.

Sebelumnya, Bank Mandiri mengungkapkan telah memberikan fasilitas kredit dengan plafon mencapai Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan Haji Isam. Dari jumlah tersebut, fasilitas kredit yang telah digunakan tercatat mencapai Rp17 triliun.

Berdasarkan penjelasan Bank Mandiri kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas kredit tersebut diberikan untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk belanja modal atau capital expenditure (capex), serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan grup usaha Jhonlin di industri batu bara dan bisnis penunjangnya.

Bank Mandiri juga menyatakan fasilitas kredit tersebut bukan ditujukan untuk aktivitas perdagangan saham. Sementara itu, saham JARR dan PGUN termasuk dalam aset yang dijaminkan untuk fasilitas pembiayaan tersebut.

Jumlah saham yang diagunkan mencapai 7.997.556.204 lembar. Penjaminan tersebut mencakup seluruh kepemilikan PT Eshan Agro Sentosa di JARR, dengan transaksi gadai saham berlangsung pada 30 September 2026.

Dalam penjelasannya, Bank Mandiri menyatakan telah mempertimbangkan prospek usaha, kinerja keuangan, serta kemampuan membayar debitur sebelum memberikan fasilitas kredit. Bank juga menyebut nilai keseluruhan agunan lebih besar dibandingkan fasilitas kredit yang diberikan.

Adapun pengagunan saham tersebut menjadi sorotan seiring dengan aksi korporasi Jhonlin Baratama yang mengakuisisi 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Dato' Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Menurut keterbukaan informasi perseroan, transaksi pengalihan sebanyak 10,08 miliar saham BYAN tersebut diselesaikan pada 7 Oktober 2026. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp26,1 triliun berdasarkan harga transaksi Rp2.588 per saham.

Meski demikian, fasilitas kredit Bank Mandiri kepada Jhonlin Baratama tidak secara eksplisit dinyatakan sebagai pembiayaan untuk akuisisi saham BYAN. Bank sebelumnya menjelaskan penggunaan fasilitas tersebut untuk mendukung pengembangan usaha dan kebutuhan pembiayaan grup.

Di sisi lain, Dato' Low Tuck Kwong menegaskan transaksi pengalihan saham BYAN kepada Haji Isam berlangsung atas dasar kesepakatan bisnis. Dia membantah adanya tekanan dari pihak mana pun dalam proses negosiasi maupun penyelesaian transaksi tersebut.

"Pak Haji dengan saya semua baik, tidak ada tekanan. Semua pure bisnis, negosiasi, kesepakatan bersama. Jadi tolong silakan media, masyarakat luas itu menyikapi dengan baik dan positif," kata Low, dikutip dari sejumlah media.

(fik/wep)

No more pages