Karena itu, ia mengungkapkan, diskusi para pejabat dalam pertemuan kebijakan pekan ini sangat terpusat pada isu inflasi.
“Menurunkan inflasi adalah tanggung jawab kami,” kata Warsh. “Itulah alasan pembahasan FOMC selama beberapa hari terakhir terutama berfokus pada aspek stabilitas harga dalam mandat kami.”
Dalam pernyataan setelah pertemuan, para pejabat mengatakan mereka berharap data yang dirilis dalam beberapa pekan mendatang dapat membantu menentukan keputusan berikutnya.
“Penambahan informasi akan membantu komite menentukan arah kebijakan yang tepat untuk memastikan inflasi kembali ke target 2 persen dalam waktu yang tepat,” kata para pembuat kebijakan pada Rabu (28/10). “Komite akan mewujudkan stabilitas harga.”
Kondisi Keuangan
Warsh juga membahas sejumlah indikator yang mengukur kemudahan atau kesulitan perusahaan dan rumah tangga dalam memperoleh pinjaman, yang dikenal sebagai kondisi keuangan. Sebelumnya, dia menyebut kondisi keuangan cukup longgar. Namun, pada Rabu, dia mengatakan kondisi tersebut telah mengetat.
“Pelaku pasar mulai lebih selektif dalam mengalokasikan modal. Meski kondisi keuangan secara keseluruhan lebih ketat, saya tidak bersedia dan tidak dapat menyebutnya benar-benar ketat,” ujarnya.
Imbal hasil (yield) Obligasi AS (US Treasury) bertenor pendek turun, sementara bunga untuk tenor yang lebih panjang naik usai konferensi pers Warsh, seiring fokus investor yang tertuju pada komentarnya terkait kondisi keuangan yang kian mengetat.
Meski para pedagang (traders) masih bertaruh para pejabat akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember, mereka mulai memangkas taruhan terhadap potensi kenaikan tambahan pada tahun 2027. Pasar berjangka (futures markets) kini tidak lagi sepenuhnya memperkirakan tiga kenaikan lagi dalam siklus ini.
Keputusan menahan suku bunga ini diambil kurang dari sepekan sebelum pemilihan paruh waktu (midterm elections) AS pada bulan November. Di tengah ketidakpuasan luas terhadap ekonomi, Partai Demokrat difavoritkan untuk memenangi suara mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat dan sedikit lebih unggul dalam jajak pendapat untuk sejumlah persaingan penting untuk kursi Senat.
Faktanya, tidak ada kekurangan data sejak pertemuan bulan September yang membuktikan kekhawatiran seputar inflasi. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan September melesat ke level tertingginya dalam lima bulan terakhir. Lonjakan tersebut sebagian besar didorong oleh tingginya harga energi akibat perang Iran, meski laporan juga menunjukkan terjadinya inflasi berbasis luas (broad-based inflation) di lintas sektor barang dan jasa.
"Inflasi masih terlalu tinggi," kata Warsh. "Energi dan harga-harga terkait telah kembali bergerak naik dalam beberapa pekan terakhir, dan tugas kami adalah memastikan bahwa perubahan harga relatif di beberapa sektor tidak meluas ke seluruh sektor ekonomi."
Menanti Data Baru
Para pembuat kebijakan akan mendapatkan data baru pada Kamis (29/10), saat Biro Analisis Ekonomi (BEA) merilis angka indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan September, yang merupakan indikator inflasi pilihan utama The Fed.
Pengeluaran konsumen yang kuat serta derasnya aliran investasi ke sektor kecerdasan buatan (AI) juga terus mendongkrak pertumbuhan. Para ekonom memproyeksikan data yang juga akan dirilis Kamis bakal menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS berada di laju tahunan yang kokoh pada kisaran 3,2% di kuartal ketiga.
Pernyataan setelah pertemuan menggambarkan aktivitas ekonomi telah berekspansi "dengan laju yang kuat," setelah sebelumnya menyebutnya "solid" pada pertemuan lalu. Para pejabat menyebut belanja domestik "tangguh." Mereka juga mengulangi pernyataan bahwa tingkat pengangguran hanya sedikit berubah dan inflasi masih berada di level tinggi.
Warsh juga membeberkan bahwa bank sentral akan menerapkan penyesuaian jadwal pertemuan secara bertahap, dengan rencana pemungutan suara penetapan suku bunga pada tujuh dari delapan pertemuan tahun depan. Pada tahun 2028, tambahnya, dua dari delapan pertemuan tersebut akan dikhususkan untuk diskusi luas alih-alih untuk menetapkan suku bunga.
Fluktuasi Ekspektasi Suku Bunga
Ekspektasi investor terhadap pertemuan ini berubah drastis selama beberapa pekan terakhir. Sesaat setelah keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September, taruhan untuk kenaikan lagi di bulan ini sempat melonjak ke atas 70%, merujuk pada penetapan harga di pasar berjangka dana federal (federal funds futures).
Ekspektasi tersebut seketika berbalik setelah dua anggota pemungut suara kunci FOMC—Gubernur The Fed New York John Williams dan Wakil Gubernur Philip Jefferson—menyatakan bahwa langkah The Fed pada bulan September telah mengulur waktu bagi bank sentral untuk menilai kondisi ekonomi. Probabilitas kenaikan di mata investor langsung anjlok di bawah 30% dan terus menurun, hingga berada di bawah 10% pada Rabu pagi.
Warsh sempat angkat bicara pada 16 Oktober, ketika ia menyebut "kondisi dunia secara umum sesuai dengan ekspektasi kami" sejak pertemuan The Fed bulan September. Pasar menafsirkan pernyataan itu sebagai keputusan untuk tidak mengubah ekspektasi investor, yang sekaligus menjadi sinyal implisit bahwa para pejabat kemungkinan besar akan menahan suku bunga.
Penolakan Cook atas keputusan ini terjadi di tengah upayanya melawan langkah Presiden AS Donald Trump yang ingin memecatnya. Para pejabat administrasi telah menjadwalkan persidangan di Gedung Putih pada awal November guna menyelidiki tuduhan penipuan KPR yang selama ini terus dibantah oleh Cook.
Di sisi lain, Cook telah menyatakan bahwa ia tidak akan dapat menghadiri persidangan tersebut.
(bbn)


























