Logo Bloomberg Technoz

“Ke depan, kami akan terus menghadapi dinamika perekonomian dengan langkah adaptif dan penuh kehatihatian, sekaligus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan profitabilitas dalam jangka pendek. Fokus kami adalah memperkuat kualitas aset, mendorong pertumbuhan kredit secara selektif, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya. Melalui implementasi strategi Forward30 secara konsisten dan disiplin, kami akan terus memperkuat fundamental dan kapabilitas Bank untuk mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Seluruh upaya ini sejalan dengan purpose Advancing Customers & Society, sebagai wujud komitmen kami untuk terus mendampingi nasabah Kejar Mimpi dalam memenuhi kebutuhan dan mewujudkan aspirasi mereka, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambah Lani.

Dana Murah dan Pembiayaan Berkelanjutan Menguat

Dari sisi neraca, total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp384,8 triliun per 30 September 2026, tumbuh 4,2% YoY. Total dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp273,7 triliun, dengan pertumbuhan CASA yang mendorong rasio dana murah menjadi 72,0%.

Perseroan juga mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 23,7% serta loan to deposit ratio (LDR) sebesar 87,7%. Kondisi tersebut menjadi bagian dari fondasi perseroan dalam mendukung aktivitas pembiayaan dan menjaga ketahanan pendanaan.

Pertumbuhan kredit ditopang oleh sejumlah segmen bisnis. Perbankan Korporasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 15,1% YoY, diikuti Perbankan Komersial yang tumbuh 6,4% dan segmen Usaha Menengah dan Kecil sebesar 1,9%. Sementara itu, penyaluran kredit Perbankan Konsumer relatif terjaga.

Di segmen syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga membukukan pembiayaan sebesar Rp49,4 triliun dan DPK Rp52,5 triliun hingga akhir September 2026. Perseroan mengoptimalkan komposisi portofolio dengan meningkatkan fokus pada segmen usaha yang memberikan imbal hasil lebih baik untuk memperkuat profitabilitas dan keberlanjutan bisnis.

CIMB Niaga juga melanjutkan pembiayaan yang mendukung aspek lingkungan dan sosial. Hingga sembilan bulan pertama 2026, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp65 triliun atau setara 26,6% dari total portofolio pembiayaan.

Penyaluran tersebut mencakup pembiayaan terkait keberlanjutan, produk ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya, serta transportasi berkelanjutan. Perseroan turut memperkuat penerapan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) untuk membantu penilaian dan klasifikasi kegiatan ekonomi berkelanjutan.

Transaksi Digital Mendominasi Aktivitas Nasabah

Transformasi digital menjadi salah satu fokus CIMB Niaga dalam memperluas akses layanan keuangan. Sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 90% transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital.

Perseroan mengembangkan OCTO sebagai platform perbankan digital yang mengintegrasikan kebutuhan transaksi, tabungan, investasi, dan pengelolaan keuangan. Layanan tersebut tersedia melalui aplikasi maupun situs web, dengan fitur mulai dari transfer dana, pembayaran QRIS di dalam dan luar negeri, pengisian saldo dompet digital, hingga pembayaran tagihan.

OCTO juga menyediakan akses ke berbagai instrumen investasi, termasuk reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN), obligasi korporasi, dan emas. Untuk transaksi internasional, nasabah dapat menggunakan rekening valuta asing dalam 15 mata uang dengan nilai tukar kompetitif serta menghubungkannya dengan kartu debit.

Pada kuartal III 2026, CIMB Niaga menambahkan X-Term Protection, solusi asuransi jiwa hasil kerja sama dengan Sun Life. Perseroan juga berkolaborasi dengan Ajaib untuk memudahkan nasabah membuka Rekening Dana Nasabah (RDN), mendaftar layanan investasi, dan memantau portofolio melalui OCTO.

Pertumbuhan penggunaan layanan digital tercermin dari kenaikan transaksi QRIS sebesar 69% YoY selama sembilan bulan pertama 2026. Transaksi transfer BI-FAST meningkat 38%, sedangkan pembayaran tagihan tumbuh 29%.

Aktivitas investasi melalui OCTO juga meningkat. Hingga September 2026, jumlah transaksi reksa dana, SBN Ritel, dan obligasi pasar sekunder naik 22% YoY, sementara nilai transaksinya tumbuh 19%.

Selain melalui aplikasi, CIMB Niaga mengembangkan jaringan layanan digital yang memadukan teknologi mandiri dengan pendampingan personal. Per 30 September 2026, perseroan memiliki 41 Digital Branch dan 30 Digital Hub. Nasabah dapat memanfaatkan jaringan tersebut untuk pembukaan rekening, penerbitan kartu debit, dan pembaruan data dalam waktu sekitar lima menit.

Perseroan juga menghadirkan OCTOBIZ untuk nasabah bisnis dan korporasi. Platform ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan transaksi domestik maupun internasional, memantau arus kas dan likuiditas, serta mendukung pengambilan keputusan keuangan.

Fitur OCTOBIZ mencakup Multi Debit, FX Booking, dan Virtual Account Management. Ekosistemnya juga diperluas melalui Supply Chain Financing dan Tagih.id untuk mendukung pengelolaan tagihan serta pembiayaan rantai pasok.

CIMB Niaga Perkuat Solusi bagi Pemilik Usaha

Selain layanan digital, CIMB Niaga memperkuat pendampingan bagi pemilik usaha melalui CIMB Preferred BOSS atau Business Owner Smart Solutions . Solusi ini diperkenalkan dalam ajang CIMB Niaga Wealth Xpo 2026 di Jakarta pada 26 Agustus 2026.

Mengusung semangat “Win Bigger, Live Better”, layanan tersebut mengintegrasikan kebutuhan perbankan bisnis dan finansial pribadi, termasuk kebutuhan keluarga, investasi, serta perencanaan tujuan keuangan jangka panjang.

CIMB Preferred BOSS mengandalkan empat proposisi utama, yakni One Client Relationship Manager, One Recognition, One Relationship Pricing, serta Dual Solutions & Benefits. Melalui pendekatan ini, satu Client Relationship Manager dapat mendampingi nasabah dalam mengelola kebutuhan bisnis sekaligus portofolio keuangan pribadi.

“Kami percaya bahwa para pemilik usaha memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan keberhasilan mereka tidak hanya diukur dari perkembangan bisnis, tetapi juga dari kemampuan mewujudkan tujuan finansial pribadi dan keluarga. Seiring dengan berkembangnya usaha, kebutuhan finansial mereka pun semakin beragam. Karena itu, melalui CIMB Preferred BOSS, kami berkomitmen menghadirkan solusi keuangan yang lebih terintegrasi dan personal untuk mendampingi nasabah dalam menghadapi berbagai tantangan, menangkap peluang pertumbuhan, serta mewujudkan mimpi dan aspirasinya dengan lebih percaya diri,” ujar Lani.

Untuk mendukung kebutuhan nasabah di berbagai wilayah, CIMB Niaga memiliki 377 kantor cabang dan jaringan, termasuk 28 Digital Lounge. Jaringan tersebut didukung 1.902 ATM serta 312.414 perangkat dan kanal penerimaan pembayaran, termasuk EDC, QR, dan e-commerce, per 30 September 2026.

Melalui strategi Forward30, CIMB Niaga berupaya menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi, mengembangkan pendapatan berbasis komisi, serta memperkuat kapabilitas digital. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah maupun pemangku kepentingan

(tim)

No more pages