Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Masih Jual Saham Rp8 T Walau IHSG Hijau

Muhammad Julian Fadli
26 October 2026 09:39

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham minggu lalu, 19-23 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,91% point–to–point mencapai 5.439,25. Namun investor asing masih gencar jual bersih (net sell) mencapai Rp8 triliun.

Jumlah itu turut menyeret total net sell investor asing di pasar reguler sepanjang 2026 mencapai Rp122,2 triliun.
 
Adapun dalam sepekan tersebut investor asing mencatat net sell terbesar di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp2,89 triliun. Tertekan manuver jual, saham BBCA melemah 2,91% hingga ditutup posisi Rp5.025/saham.

10 saham dengan angka net sell terbesar oleh investor asing sepanjang perdagangan 19-23 Oktober:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp2,89 triliun
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp2,11 triliun
  3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp572,76 miliar
  4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp501,34 miliar
  5. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp317,16 miliar
  6. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp260,91 miliar
  7. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) Rp253,11 miliar
  8. PT Timah (Persero) Tbk (TINS) Rp190,08 miliar
  9. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) Rp159,79 miliar
  10. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp158,68 miliar

Pada kesempatan yang sama, investor asing net buy saham terbanyak di saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencapai Rp96,95 miliar. Terdorong tren pembelian, saham AMMN menguat 7,75% hingga di posisi Rp4.030/saham.

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi oleh investor asing sepanjang 19-23 Oktober:

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp96,95 miliar
  2. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) Rp83,51 miliar
  3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp58,64 miliar
  4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp56,22 miliar
  5. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Rp55,98 miliar
  6. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp49 miliar
  7. PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) Rp46,94 miliar
  8. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp46,1 miliar
  9. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp41,08 miliar
  10. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) Rp39,36 miliar