Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, area resistance IHSG berada pada kisaran 5.500–5.550. Pergerakan indeks pada awal pekan akan menjadi perhatian untuk melihat apakah penguatan sebelumnya dapat berlanjut atau kembali tertahan oleh tekanan jual.

Selain aliran dana asing, pelaku pasar akan mencermati tindak lanjut reformasi pasar modal oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk rencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.

Meski reformasi tersebut menjadi salah satu sentimen yang direspons positif pasar, ketidakpastian terkait evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia masih membayangi pemulihan indeks.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah Brent ke sekitar US$114 per barel akibat eskalasi geopolitik meningkatkan risiko inflasi global dan berpotensi memengaruhi sentimen pasar keuangan.

Investor juga akan mencermati rilis laporan keuangan kuartal III emiten untuk menilai ketahanan kinerja perusahaan di tengah volatilitas pasar.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Untuk perdagangan Senin (26/10/2026), Chory merekomendasikan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman merekomendasikan saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan CUAN untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini.

Secara keseluruhan, pelaku pasar perlu mencermati kemampuan IHSG mempertahankan area support 5.350–5.400. Bertahannya indeks di atas area tersebut membuka peluang penguatan menuju 5.500, sedangkan peningkatan tekanan jual dapat menghambat momentum pemulihan pasar.

(dhf)

No more pages