Dari kawasan Asia lainnya, Bank of Thailand diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di 1% bulan ini, lantaran inflasi masih berada dalam kisaran target 1-3% meskipun harga minyak tinggi.
Sejatinya, memang risiko inflasi masih mengintai. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali melonjak naik 3,14% ke US$116,72/barel, mendekati harga tertinggi tahun ini.
Australia juga jadi salah satu sorotan, sebab inflasi September diperkirakan meningkat jadi 4,1% secara tahunan dari 4% pada Agustus. Angka ini melampaui kisaran target bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), yang sebesar 2-3%.
Bloomberg Economics memperkirakan lonjakan harga bahan bakar jadi pemicu utamanya. Tekanan itu memperkuat pertimbangan RBA untuk kembali menaikkan suku bunga pada November.
Risiko serupa juga membayangi Selandia Baru dan Pakistan. Dengan adanya tekanan inflasi, kedua negara ini diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3% dan 50 basis poin menjadi 12%. Bahkan di Sri Lanka, inflasi Oktober diproyeksikan meningkat menjadi 8,3%.
Selain inflasi dan kebijakan suku bunga acuan, kalender ekonomi pekan ini juga akan menyoroti indikator pertumbuhan ekonomi. Indikator ini akan memberi gambaran tentang seberapa kuat aktivitas kawasan, khususnya Asia, dalam menghadapi tekanan biaya dan kondisi keuangan yang lebih ketat.
Ekonomi Korea Selatan diperkirakan tumbuh 0,8% secara tahunan, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sebesar 0,6%. Penopang pertumbuhan Korea Selatan adalah permintaan cip untuk industri kecerdasan buatan (AI), serta adanya peningkatan investasi semikonduktor.
Sementara itu, Taiwan diperkirakan mempertahankan pertumbuhan ekonomi 12% secara tahunan, meskipun melambat dari 12,9% pada kuartal sebelumnya, akibat efek basis yang rendah. Bloomberg Economics menilai angka pengiriman barang masih cukup kuat dengan pertumbuhan volume ekspor melambat jadi 10% dari 18,2%. Kinerja ini ditopang oleh kenaikan harga cip yang menyumbang sebagian besar peningkatan nilai ekspor Taiwan.

Begitu pula China, yang diperkirakan mencatat pertumbuhan laba industri periode September sebesar 12% secara tahunan, naik dari 4,2% di Agustus, seiring kenaikan harga produsen dan produksi industri. Namun, pertumbuhan laba kumulatif sejak awal tahun diperkirakan melambat jadi 15% dari 15,7%. Setali tiga uang, India juga diperkirakan mencatat perlambatan pertumbuhan produksi industri yang turun jadi 7,2% dari 8%.
Bisa dikatakan, momentum pertumbuhan ekonomi di negara kawasan semakin ditentukan oleh struktur ekonomi masing-masing negara, termasuk keterkaitannya dengan rantai pasok teknonologi dan siklus perdagangan global.
Selain kebijakan moneter dan data pertumbuhan ekonomi, kalender pekan ini juga berisi indikator penting dari AS. Salah satunya, data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang kerap menjadi indikator inflasi untuk kebijakan suku bunga The Fed. AS juga akan merilis sejumlah data lain seperti, penjualan rumah baru, kepercayaan konsumen, serta pesanan barang tahan lama.
Agenda dan data kalender ekonomi pekan terakhir Oktober ini akan jadi rangkaian ujian yang memperjelas arah risiko global menjelang akhir tahun. Sehingga, penting bagi pelaku pasar domestik untuk membaca sinyal tersebut agar bisa mengantisipasi volatilitas pergerakan aset yang mungkin masih akan terjadi pekan ini.
Sebab, data-data dalam kalender ekonomi pekan ini juga akan turut memengaruhi gerak rupiah, yield di pasar obligasi domestik, arus modal asing, serta memengaruhi ruang gerak Bank Indonesia (BI). Jika ternyata inflasi PCE persisten, dan pejabat The Fed mengirim sinyal hawkish, yield obligasi pemerintah AS berpontensi tetap tinggi dan membuat daya tarik aset negara berkembang, termasuk Indonesia, menghadapi tekanan lebih lanjut. Serta memperburuk tekanan dari harga minyak mentah yang bertahan tinggi.
Berikut agenda dalam kalender ekonomi yang bisa dicermati:
Senin, 26 Oktober 2026
- Jerman: Indeks iklim bisnis IFO.
- Pakistan: Keputusan suku bunga.
- Singapura: Produksi industri.
- Partai Komunis China yang berkuasa memulai sidang pleno Komite Sentral di Beijing. Pertemuan berlangsung hingga 29 Oktober.
- Anggota Dewan Eksekutif ECB Frank Elderson menyampaikan pidato utama dalam acara mengenai iklim di Yerevan, Armenia.
- Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Brad Jones, berpartisipasi dalam diskusi panel pada AFR Super & Wealth Summit di Melbourne.
- Singapore International Energy Week dimulai dan berlangsung hingga 30 Oktober.
- Bloomberg Invest Dallas dimulai, dengan pembahasan mengenai pasar dan peluang investasi. Acara berlangsung hingga 27 Oktober.
- Kyiv Economic Forum tahunan digelar dengan menghadirkan pejabat senior pemerintah dan pemimpin bisnis.
- Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris berkampanye di Wisconsin bersama David Crowley, calon gubernur dari Partai Demokrat.
Selasa, 27 Oktober 2026
- Chile: Keputusan suku bunga.
- China: Laba industri.
- Zona euro: Survei pinjaman perbankan ECB.
- Meksiko: Perdagangan dan cadangan devisa internasional.
- Korea Selatan: PDB dan kepercayaan konsumen.
- AS: Penjualan rumah baru, indeks kepercayaan konsumen Conference Board, dan pesanan barang tahan lama.
- Presiden ECB Christine Lagarde menghadiri jamuan makan malam informal dan diskusi pertukaran pandangan bersama Komisaris Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic di Frankfurt.
Rabu, 28 Oktober 2026
- Australia: Indeks harga konsumen (CPI).
- Kanada: Keputusan suku bunga.
- Hong Kong: Perdagangan.
- India: Produksi industri.
- Selandia Baru: Keputusan suku bunga.
- Rusia: Produksi industri dan tingkat pengangguran.
- Sri Lanka: Perdagangan.
- Thailand: Keputusan suku bunga.
- AS: Keputusan suku bunga Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), perdagangan barang, dan pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) menurut MBA.
- The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga setelah kenaikan pada September. Konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
- Menteri Keuangan Inggris John Healey menyampaikan anggaran pemerintah kepada parlemen.
- Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem menggelar konferensi pers setelah keputusan suku bunga. Pelaku pasar dan ekonom semakin memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
- RBNZ diperkirakan menaikkan suku bunga resmi sebesar 25 basis poin menjadi 3%. Gubernur Anna Breman akan menggelar konferensi pers setelah keputusan tersebut.
- Gubernur RBA Michele Bullock dan sejumlah pejabat senior lainnya menghadiri rapat Komite Senat untuk Legislasi Ekonomi guna membahas estimasi tambahan anggaran melalui konferensi video.
- Batas waktu bagi anggota Eurogroup untuk mengajukan kandidat pengganti anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 3 Januari.
- Apple menggelar acara peluncuran produk bertajuk “Pro and tell” di Los Angeles. Mac dan iPad mini terbaru diperkirakan diperkenalkan.
Kamis, 29 Oktober 2026
- Indonesia: Bloomberg Economic Survey.
- Chile: Tingkat pengangguran.
- Mesir: Keputusan suku bunga.
- Zona euro: Keputusan suku bunga ECB dan kepercayaan konsumen.
- Italia: Tingkat pengangguran.
- AS: Pendapatan pribadi, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/PCE), PDB, dan klaim tunjangan pengangguran.
- Ukraina: Keputusan suku bunga.
- ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga setelah kenaikan kedua pada tahun ini pada September. Presiden ECB Christine Lagarde akan menggelar konferensi pers.
- Anggota Dewan Eksekutif ECB Piero Cipollone menyampaikan pernyataan dalam acara “One Year to T+1” di Frankfurt.
- Anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher dan Olaf Sleijpen berbicara dalam acara bank sentral Austria mengenai kebijakan energi. Sementara itu, anggota ECB Pierre Wunsch menyampaikan pidato mengenai tantangan ekonomi Eropa.
- Pejabat pembuat kebijakan Swiss National Bank Petra Tschudin berbicara dalam acara pasar uang bank sentral di Jenewa.
- Deputi Gubernur Bank of Canada Nicolas Vincent menyampaikan sambutan pembuka pada John Kuszczak Memorial Lecture dalam konferensi ekonomi tahunan bank sentral tersebut di Ottawa.
- KTT Uni Eropa–Kanada digelar di Montreal hingga 30 Oktober.
Jumat, 30 Oktober 2026
- Brasil: Tingkat pengangguran.
- Chile: Produksi industri.
- Kolombia: Tingkat pengangguran dan keputusan suku bunga.
- Republik Ceko: PDB.
- Zona euro: PDB dan tingkat pengangguran.
- Prancis: CPI dan PDB.
- Jerman: CPI dan tingkat pengangguran.
- Hungaria: PDB.
- Italia: PDB dan CPI.
- Jepang: Keputusan suku bunga, CPI Tokyo, tingkat pengangguran, produksi industri, dan penjualan ritel.
- Makau: PDB.
- Meksiko: PDB.
- Filipina: Perdagangan.
- Polandia: CPI.
- Afrika Selatan: Neraca perdagangan.
- Korea Selatan: Produksi industri.
- Spanyol: CPI dan PDB.
- Sri Lanka: CPI.
- Taiwan: PDB.
- Thailand: Transaksi berjalan dan perdagangan.
- AS: Indeks biaya tenaga kerja dan indeks PMI Chicago dari MNI.
- BOJ diperkirakan mempertahankan suku bunga. Gubernur Kazuo Ueda akan menggelar konferensi pers setelah keputusan diumumkan.
- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri G20 selama dua hari di Atlanta, hingga 31 Oktober.
- Federal Reserve Bank of San Francisco menggelar 2026 Economic Research Symposium, dengan menghadirkan Presiden bank tersebut Mary Daly dan Kepala Ekonom ECB Philip Lane.
- Anggota Dewan Gubernur ECB Fabio Panetta berbicara dalam acara Hari Tabungan Sedunia (World Savings Day) di Roma.
- Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem menyampaikan pidato utama dalam pertemuan Shadow Open Market Committee di Penn Club, New York.
- ECB merilis Survei Triwulanan Para Peramal Profesional (Survey of Professional Forecasters), yang mencakup pembaruan ekspektasi inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran.
(dsp/aji)



























