Namun, pemantauan udara pada Sabtu (24/10) masih menemukan titik api di dalam kawasan hutan, di sebelah selatan pos pemantauan kebakaran Karang Dinding.
Dalam mempercepat penanganan, personel gabungan dibagi menjadi empat sektor pemadaman, yakni Bukit Seribu Bintang, Karang Dinding, Batu Arca, dan Bintangot. Pos komando penanganan didirikan di Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan.
BNPB juga mendampingi pemantauan udara serta persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Kertajati. Hingga laporan terakhir, pesawat untuk mendukung operasi tersebut masih dalam proses mobilisasi dari Provinsi Jambi.
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Ciamis terjadi pada Jumat (23/10) di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, serta Desa Cidolog dan Desa Ambit, Kecamatan Cidolog.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 2,254 hektare. Api telah berhasil dipadamkan pada Sabtu (24/10), sedangkan pendataan lahan terdampak masih dilakukan.
Di Kabupaten Grobogan, kebakaran lahan terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, pada Sabtu (24/10). Kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang kemudian merambat ke rumpun bambu di sekitarnya. Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terbakar.
BPBD Kabupaten Grobogan bersama pihak terkait melakukan asesmen di lokasi. Api telah berhasil dipadamkan dan kondisi wilayah dilaporkan aman serta terkendali.
BNPB menyatakan tidak ada laporan korban jiwa dalam ketiga kejadian tersebut. Adapun kerugian materiil akibat kebakaran di kawasan TNGC masih dalam pendataan.
“Masyarakat juga diharapkan menjaga lingkungan dan mengikuti arahan petugas agar kebakaran tidak meluas serta risiko terhadap keselamatan dan lingkungan dapat diminimalkan."
(dhf)


























