Logo Bloomberg Technoz

Alasan BNPB Uji Coba Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice

Merinda Faradianti
21 October 2026 14:25

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Foto oleh Dimas Ardian/Bloomberg. Diolah oleh Arie Pratama/Bloomberg Businessweek Indonesia
Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Foto oleh Dimas Ardian/Bloomberg. Diolah oleh Arie Pratama/Bloomberg Businessweek Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah melakukan uji coba penggunaan dry ice atau es kering dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah untuk mengurangi dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan mengatakan penggunaan dry ice menjadi alternatif teknologi penyemaian awan selain metode konvensional menggunakan garam atau natrium klorida (NaCl).

“Es ini sifatnya sangat solid dan temperaturnya sangat ekstrem, bisa di bawah minus 78 derajat Celsius. Ini merupakan karbon dioksida yang padat. Suhu dinginnya secara cepat dapat memicu pembentukan kristal es di awan hingga turun menjadi hujan secara alami dan ramah lingkungan,” kata Berton dikutip Rabu (21/10/2026).


Dalam pelaksanaan OMC pada 19 Oktober 2026, BNPB mencatat lima sorti penyemaian di Kalimantan Tengah dengan menggunakan 1.600 kilogram dry ice dan 300 kilogram garam. Sementara itu, di Sumatra Selatan, OMC dilaksanakan dalam tiga sorti. Sebanyak dua sorti menggunakan total 1.600 kilogram dry ice, sedangkan satu sorti lainnya menggunakan 800 kilogram garam.

Berton mengatakan penggunaan es kering diharapkan dapat membantu memperbaiki jarak pandang yang terdampak asap karhutla. Teknologi tersebut juga berpotensi memicu pembentukan kristal es di awan untuk mendukung proses terjadinya hujan.