Logo Bloomberg Technoz

Selain memastikan ketersediaan stok, Pertamina juga menyesuaikan jam operasional pada titik-titik distribusi tertentu. Langkah ini mencakup penguatan operasional mobil tangki dan petugas SPBU agar proses penyaluran dan pelayanan kepada konsumen dapat berlangsung lebih optimal.

Simon menjelaskan, penyesuaian jam operasional tidak hanya dilakukan pada SPBU, tetapi juga mencakup rangkaian proses distribusi dari terminal BBM. Dengan demikian, upaya peningkatan layanan dilakukan secara menyeluruh untuk mendukung kelancaran penyaluran energi.

"Penambahan jam operasional dimulai dari terminal BBM hingga saat pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Pertamina juga menyiapkan layanan tambahan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Salah satu upayanya adalah menambah titik pelayanan melalui SPBU modular, yang dapat mendukung akses masyarakat terhadap BBM sesuai kebutuhan operasional di suatu wilayah.

Selain itu, perusahaan menyediakan layanan pengisian BBM dalam kemasan langsung ke kendaraan konsumen di SPBU. Layanan ini menjadi salah satu bentuk penyesuaian pelayanan yang dapat diterapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi tertentu.

Pertamina Sesuaikan Operasional dengan Kebutuhan Lapangan

(Dok. Pertamina)

Penambahan pasokan, penguatan operasional, dan penyediaan layanan tambahan menjadi bagian dari upaya Pertamina menjaga keandalan distribusi BBM. Ketiga langkah tersebut saling melengkapi untuk memastikan ketersediaan produk dan pelayanan dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Penyesuaian operasional di lapangan juga memungkinkan perusahaan merespons kebutuhan yang berbeda di setiap wilayah. Penambahan jam kerja mobil tangki dan petugas SPBU, misalnya, ditujukan untuk mendukung kelancaran distribusi serta memperkuat pelayanan kepada konsumen ketika diperlukan.

Sementara itu, penambahan titik layanan melalui SPBU modular dan pengisian BBM dalam kemasan menjadi pilihan tambahan untuk menyesuaikan pelayanan dengan kondisi setempat. Penerapannya dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, sehingga layanan dapat diarahkan pada titik yang memerlukan dukungan tambahan.

Simon menegaskan, upaya tersebut berangkat dari mandat Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang bertanggung jawab menyediakan BBM bagi masyarakat Indonesia. Menurut dia, orientasi pelayanan kepada masyarakat menjadi dasar perusahaan dalam menjaga pasokan dan meningkatkan keandalan distribusi.

“Pertamina adalah BUMN yang mengemban amanah untuk menyediakan BBM bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kata lain, kami adalah pelayan masyarakat. Tugas kami adalah melayani kebutuhan BBM seluruh rakyat Indonesia,” tegas Direktur Utama Pertamina.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu kelancaran distribusi energi. Simon menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas kesabaran, pengertian, dukungan, dan kepercayaan yang terus diberikan kepada perusahaan.

Apresiasi juga disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam mendukung penyaluran BBM. Sinergi dengan para pemangku kepentingan tersebut dinilai penting untuk menunjang kelancaran pelayanan energi kepada masyarakat.

Pertamina menyatakan akan terus menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk menjaga keandalan pasokan dan distribusi BBM. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan energi di seluruh Indonesia.

“Pertamina akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keandalan pasokan dan senantiasa berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui penguatan pasokan, penyesuaian jam operasional, dan penambahan layanan di lapangan, Pertamina berupaya menjaga agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak yang terlibat dalam distribusi energi nasional.

(tim)

No more pages