“Mayapada Neuro Connect 2026 kami hadirkan sebagai wadah bagi para dokter untuk memperbarui pengetahuan, mengasahketerampilan, serta bertukar pengalaman klinis dan memperkuat kolaborasi lintas spesialis dalam menangani berbagai kasus saraf dan otak, termasuk kasus kompleks. Bagi kami, inovasi dan kemajuan layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi medis, tetapi juga oleh keahlian tenaga medis, kolaborasi multidisiplin, serta penerapan standar mutu dan keselamatan pasien. Prinsip inilah yang terus kami terapkan di MHJS sebagai rumah sakit yang telah meraih akreditasi internasional Joint Commission International (JCI),” jelas dr. Fiktor.
Tema yang diangkat tahun ini adalah “Comprehensive Neurology Update: Advancing Neurological Care Through Innovation and Multidisciplinary Collaboration”. Pembahasannya mencakup perkembangan diagnosis dan terapi untuk berbagai gangguan neurologis, mulai dari penyakit saraf degeneratif, stroke, gangguan tidur, dan penyakit pembuluh darah otak hingga gangguan tulang belakang dan fungsi gerak.
Forum tersebut juga membahas pemulihan fungsi saraf atau neurorestoration serta pencitraan diagnostik atau neuroimaging, termasuk teknologi Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT). Materi ini diarahkan untuk memperkaya pemahaman dokter mengenai perkembangan pendekatan diagnostik dan penanganan penyakit saraf.
Pengembangan keilmuan tersebut sejalan dengan penguatan Tahir Neuroscience Center, salah satu layanan unggulan Mayapada Hospital. Pusat layanan ini didukung tim dokter multidisiplin dan teknologi medis mutakhir untuk menangani berbagai gangguan saraf dan otak, termasuk kasus yang membutuhkan prosedur bedah saraf tingkat lanjut.
Perkuat Kompetensi Dokter untuk Tangani Stroke
Peningkatan kompetensi tenaga medis menjadi salah satu perhatian dalam penanganan penyakit neurologis di Indonesia. Stroke, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian, menjadi contoh kondisi yang membutuhkan diagnosis cepat, tindakan tepat, dan koordinasi pelayanan yang efektif.
dr. Abdul Wahid Indrajaya, Sp.N, selaku perwakilan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI), menyoroti pentingnya penguatan layanan neurologi yang ditopang teknologi medis dan keahlian dokter. Ia menyebut angka kematian akibat stroke di Indonesia mencapai sekitar 337.000 jiwa per tahun.
“Stroke masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 337.000 jiwa per tahun. Kondisi ini menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan penguatan layanan neurologi yang tidak hanya didukung teknologi medis, tetapi juga keahlian dokter dan kolaborasi lintas disiplin. Kami mengapresiasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang terus mengembangkan kapabilitas penanganan saraf dan otak sekaligus membuka kesempatan pembelajaran melalui Mayapada Neuro Connect 2026. Partisipasi aktif para dokter dari berbagai wilayah Indonesia menunjukkanbesarnyakebutuhanterhadapforumilmiah yangmempertemukanperkembanganilmukedokterandengan pengalaman praktik klinis. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas penanganan pasien neurologi di Indonesia,” ungkapnya.
Sebagai pembicara utama, Dokter Spesialis Bedah Saraf Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Tangerang, Prof. DR. dr. Satyanegara, Sp.BS(K), menekankan bahwa penanganan kasus saraf dan otak yang kompleks membutuhkan pendekatan klinis yang tepat, keahlian spesialis, serta dukungan teknologi. Kolaborasi antarspesialis diperlukan untuk membantu pasien mempertahankan atau memulihkan fungsi tubuh dan kualitas hidup.
Di Mayapada Hospital, kerja sama antardisiplin dan antarunit rumah sakit, termasuk Jakarta Selatan dan Tangerang, digunakan untuk mendukung penanganan berbagai kasus. Penanganan tersebut mencakup kegawatdaruratan stroke hingga kasus kompleks seperti tumor otak yang ditangani melalui teknik awake brain surgery dan tumor hipofisis menggunakan endoskopi transnasal.
“Keberhasilan penanganan stroke dan penyakit saraf maupun otak kompleks tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga sinergi berbagai keahlian untuk membantu pasien mempertahankan atau memulihkan fungsi tubuh dan kualitas hidupnya. Di Mayapada Hospital, sinergi antarspesialis dan antarunit rumah sakit, termasuk Jakarta Selatan dan Tangerang, memungkinkan kami mengoptimalkan penanganan berbagai kasus saraf dan otak, baik kegawatdaruratan stroke maupun kasus kompleks seperti tumor otak dengan teknik awake brain surgery dan tumor hipofisis melalui endoskopi transnasal. Tujuan kami bukan hanya keberhasilan tindakan medis, tetapi juga pemulihan fungsi tubuh dan kualitas hidup pasien. Kami mengapresiasi ekosistem kolaboratif yang dibangun Mayapada Hospital untuk mendukung pengembangan kompetensi dokter dan hasil klinis (clinical outcomes) yang optimal bagi pasien,” jelas Prof. Satyanegara.
Selain penguatan kompetensi dan teknologi, MHJS juga menaruh perhatian pada kecepatan serta ketepatan penanganan stroke. Rumah sakit ini telah memperoleh pengakuan sebagai rumah sakit siaga stroke dari World Stroke Organization (WSO), organisasi global yang menilai kualitas penanganan stroke.
Pengakuan tersebut berkaitan dengan sejumlah aspek pelayanan, termasuk penerapan protokol internasional Door-to-Needle, ketepatan pemeriksaan dan diagnosis, terapi untuk pemulihan serta pencegahan stroke berulang, pencatatan medis terstruktur, dan kelengkapan perawatan selama pasien menjalani rawat inap.
Chief Operating Officer (COO) Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Joyce Rahayu Kusumariyadi, mengatakan pengakuan internasional tersebut mencerminkan upaya rumah sakit menjaga kualitas layanan melalui keunggulan klinis, teknologi medis, dan kesiapan menangani kondisi darurat. Salah satu dukungan yang disediakan adalah layanan Stroke Emergency 24/7.
“Bagi kami, standar internasional bukan sekadar pengakuan, tetapi komitmen yang harus dirasakan langsung oleh setiap pasien melalui layanan yang cepat, tepat, aman, dan terintegrasi. Didukung sinergi tim dokter lintas spesialis, teknologi medis terkini, serta layanan kegawatdaruratan yang siaga 24/7, kami memastikan MHJS sebagai mitra layanan kesehatan yang dapat diandalkan oleh pasien, mitra asuransi, perusahaan, komunitas, dan masyarakat luas. Sejalan dengan semangat “Dari Mayapada untuk Indonesia”, kami terus berupaya untuk selalu menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri,” tutup Joyce.
Melalui Mayapada Neuro Connect 2026, Mayapada Hospital Jakarta Selatan berupaya memperluas pertukaran ilmu kedokteran sekaligus memperkuat kolaborasi profesional dalam penanganan penyakit saraf dan otak. Kegiatan ini diharapkan mendukung peningkatan kompetensi dokter dan kualitas pelayanan neurologi di Indonesia.
Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Mayapada Healthcare, yang dioperasikan oleh PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. Perusahaan ini mengelola delapan rumah sakit dengan lebih dari 1.200 tempat tidur dan didukung lebih dari 1.500 tenaga medis profesional.
Mayapada Hospital juga mengembangkan 11 layanan unggulan atau Center of Excellence, termasuk Tahir Neuroscience Center. Melalui penguatan kompetensi tenaga medis, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas disiplin, rumah sakit berupaya memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas di dalam negeri.
(tim)






























