PET-CT Hadir untuk Membaca Kanker Prostat Lebih Presisi

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bertambahnya usia kerap diikuti perubahan kebiasaan buang air kecil, termasuk meningkatnya frekuensi terbangun pada malam hari. Namun, perubahan pola berkemih pada pria tidak selalu dapat dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.
Keluhan yang menetap atau berubah dari kebiasaan sebelumnya dapat berkaitan dengan gangguan prostat. Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah kanker prostat, yang pada tahap awal dapat berkembang tanpa gejala khas.
Karena itu, perubahan pola berkemih perlu mendapat perhatian, terutama jika berlangsung terus-menerus. Evaluasi medis dibutuhkan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan pemeriksaan yang sesuai.
dr. Syamsu Hudaya, Sp.U (K) dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengatakan kanker prostat memiliki perjalanan penyakit yang berbeda pada setiap pasien. Kondisi tersebut membuat penanganan perlu mempertimbangkan karakteristik penyakit dan kondisi pasien.
“Dalam menangani kanker prostat, dokter perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk menentukan strategi terapi yang paling sesuai bagi setiap pasien. Pilihan terapi dapat berbeda tergantung pada kondisi penyakit, apakah masih terbatas di area prostat atau sudah mengalami penyebaran ke bagian tubuh lain,” jelasnya.
Setelah kanker prostat terdiagnosis, dokter perlu mengetahui kondisi penyakit secara lebih mendalam. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat perkembangan kanker, termasuk menentukan apakah penyakit masih berada di area prostat atau telah menyebar ke bagian tubuh lain.
Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan dalam proses evaluasi tersebut adalah Positron Emission Tomography-Computed Tomography atau PET-CT. Teknologi ini memberikan gambaran kondisi penyakit secara lebih detail.
PET-CT dapat membantu dokter mengevaluasi penyebaran atau kekambuhan kanker pada kondisi tertentu. Informasi yang diperoleh dari pemeriksaan tersebut kemudian dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi terapi.
PET-CT Bantu Petakan Kondisi Kanker Prostat
Perkembangan kedokteran nuklir turut memperluas kemampuan dokter dalam mengidentifikasi aktivitas sel kanker. Teknologi tersebut menggunakan radiofarmaka yang dirancang untuk membantu memperlihatkan target tertentu di dalam tubuh.
dr. Yustia Tuti, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dapat digunakan dalam evaluasi kanker prostat. Salah satunya melalui PET-CT dengan radiofarmaka yang menargetkan PSMA.
PSMA atau Prostate-Specific Membrane Antigen merupakan protein yang banyak ditemukan pada permukaan sel kanker prostat. Target tersebut dapat dimanfaatkan dalam pemeriksaan berbasis kedokteran nuklir untuk memperoleh informasi mengenai lokasi penyakit.
“Pada kanker prostat, pemeriksaan berbasis kedokteran nuklir seperti PET-CT dengan radiofarmaka yang menargetkan PSMA (Prostate-Specific Membrane Antigen), yaitu protein yang banyak ditemukan pada permukaan sel kanker prostat, membantu dokter mengevaluasi lokasi kanker, stadium penyakit, serta kemungkinan penyebarannya ke bagian tubuh lain secara lebih akurat. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan strategi terapi yang paling sesuai berdasarkan kondisi masing-masing pasien," imbuhnya.
Penggunaan pencitraan dengan target tertentu dapat memberikan informasi tambahan bagi dokter dalam memahami karakteristik penyakit. Informasi tersebut menjadi bagian dari evaluasi sebelum keputusan terapi ditentukan.
Pendekatan kedokteran nuklir juga berkembang dari sekadar membantu proses diagnosis. Salah satu konsep yang berkembang adalah teranostik, yaitu pendekatan yang menggabungkan proses deteksi dan terapi berdasarkan target tertentu pada sel kanker.
Pada kanker prostat, konsep tersebut dapat diterapkan melalui terapi Lutetium-177 PSMA atau Lu-177 PSMA untuk pasien yang memenuhi kriteria. Terapi ini memanfaatkan target PSMA untuk membantu mengarahkan pengobatan sesuai karakteristik penyakit.
“Salah satu penerapannya pada kanker prostat adalah terapi Lutetium-177 PSMA (Lu-177 PSMA) pada pasien yang sesuai. Pendekatan ini membantu dokter mempertimbangkan pilihan terapi yang lebih sesuai dengan karakteristik penyakit pasien,” tutup dr. Yustia.
Pemeriksaan pencitraan juga tetap memiliki peran dalam pemantauan kondisi pasien selama proses perawatan. Pemeriksaan lanjutan dapat membantu dokter melihat perubahan kondisi penyakit secara lebih menyeluruh.
Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan melalui Poli Kedokteran Nuklir. Kedua layanan tersebut dapat digunakan dalam kebutuhan pemeriksaan sesuai indikasi medis dan evaluasi dokter.
Teknologi pencitraan tersebut memungkinkan pemeriksaan tubuh secara menyeluruh atau whole-body imaging. Dengan informasi yang diperoleh, dokter dapat mengevaluasi kondisi pasien secara lebih komprehensif.
Layanan tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien yang mungkin memerlukan pemeriksaan secara berkala. Kualitas pencitraan, waktu pemeriksaan dan paparan radiasi menjadi sejumlah aspek yang diperhatikan dalam proses pemeriksaan medis.
Dalam penanganan kanker, pemeriksaan pencitraan menjadi salah satu bagian dari rangkaian evaluasi. Hasil pemeriksaan tidak berdiri sendiri, melainkan perlu dibaca bersama informasi klinis dan pemeriksaan lain untuk membantu dokter menentukan langkah berikutnya.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Comprehensive Cancer Care yang diterapkan Mayapada Hospital. Layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan terintegrasi dengan Oncology Center Mayapada Hospital.
Penanganan juga didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah Tumor Board, yang membantu tim medis membahas kondisi pasien dan menyusun rencana perawatan berdasarkan kebutuhan masing-masing.
Selain tim medis, pasien juga mendapatkan dukungan melalui Patient Navigator. Peran tersebut ditujukan untuk mendampingi pasien selama menjalani rangkaian proses perawatan kanker.
Bagi pria yang mengalami perubahan pola buang air kecil, terutama keluhan yang menetap atau berbeda dari kondisi biasanya, evaluasi medis menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebabnya. Keluhan tersebut dapat memiliki berbagai penyebab dan tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kanker prostat.
Jika dokter menemukan indikasi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, teknologi pencitraan seperti PET-CT dapat menjadi salah satu bagian dari proses evaluasi. Penggunaan pemeriksaan maupun terapi tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.
Pasien yang membutuhkan konsultasi terkait kanker prostat, pemeriksaan PET-CT Scan maupun layanan kedokteran nuklir di Mayapada Hospital dapat melakukan penjadwalan melalui Call Center 150770, aplikasi MyCare, WhatsApp 0817-1715-077, serta layanan Emergency 150990.
Mayapada Hospital juga menyediakan fitur Personal Health yang dapat digunakan untuk memantau sejumlah indikator kebugaran tubuh, seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori terbakar dan Body Mass Index atau BMI.
































