Logo Bloomberg Technoz

Perwakilan CV Mandiri Coffee, Syafruddin Lubis, mengatakan pendampingan membantu perusahaan memperoleh pengetahuan ekspor yang lebih terarah, sekaligus memahami kebutuhan untuk meningkatkan daya saing.

“Pengetahuan ekspor semakin terarah. Pendampingan yang relevan dengan kebutuhan usaha, memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing perusahaan,” kata Syafruddin saat menjelaskan manfaat mengikuti program pembinaan tersebut.

Meski demikian, Syafruddin menilai proses memasuki pasar internasional memiliki sejumlah tantangan. Pelaku usaha harus menemukan pembeli yang tepat, menjaga konsistensi kualitas produk, memahami dokumen ekspor, serta menyepakati harga dan sistem pembayaran.

“Menemukan buyer yang tepat itu tidak mudah, menemukan pembeli yang benar-benar serius, memiliki kebutuhan yang sesuai dan bersedia membangun bersama jangka panjang,” ujarnya.

Kualitas produk juga menjadi perhatian, terutama untuk komoditas kopi. Menurut Syafruddin, pembeli internasional dapat menetapkan spesifikasi tertentu terkait kadar air, ukuran biji, dan proses pengolahan.

Selain itu, pelaku usaha perlu memastikan dokumen perdagangan, kepabeanan, sertifikasi, dan ketentuan pengiriman sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Kesepakatan tertulis mengenai harga, volume, spesifikasi, metode pembayaran, dan jadwal pengiriman juga penting untuk mengurangi risiko transaksi.

Syafruddin mengungkapkan perusahaannya pernah menghadapi persoalan pembayaran dengan pembeli luar negeri. Pengalaman tersebut membuat pemeriksaan mekanisme pembayaran menjadi bagian penting sebelum transaksi ekspor dilakukan.

“Karena kita pernah ditipu oleh pembeli luar negeri soal pembayaran,” katanya.

Indonesia Eximbank juga menyediakan layanan finansial berupa pembiayaan, penjaminan, dan asuransi ekspor, serta layanan nonfinansial melalui pendampingan dan pengembangan kapasitas. Kombinasi layanan tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha membangun kesiapan bisnis sebelum memperluas pasar ke luar negeri.

(tim)

No more pages