Logo Bloomberg Technoz

Biaya Bunga Utang AS Tembus Rekor Rp18.000 Triliun pada 2026

News
18 October 2026 13:30

Aksi jual melanda pasar saham Amerika Serikat setelah data inflasi September mengecewakan dan memicu terbangnya yield US Treasury (Bloomberg)
Aksi jual melanda pasar saham Amerika Serikat setelah data inflasi September mengecewakan dan memicu terbangnya yield US Treasury (Bloomberg)

Yash Roy -- Bloomberg News

Bloomberg, Beban bunga utang pemerintah Amerika Serikat (AS) mencapai rekor tertinggi pada tahun fiskal 2026. Kondisi ini menyerap porsi pendapatan federal yang kian besar dan memicu risiko utang yang terus membengkak sebagai efek bola salju. Hal ini dapat membuat negara tersebut lebih rentan terhadap guncangan ekonomi.

Data Departemen Keuangan yang dirilis hari Jumat menunjukkan bahwa hingga bulan September, biaya bunga bersih mencapai US$1,05 triliun atau sekitar Rp18.053 triliun, naik lebih dari 8% dibandingkan US$970 miliar pada tahun fiskal 2025.


Peter G. Peterson Foundation, sebuah kelompok riset, memperkirakan biaya tersebut mencapai 3,2% dari produk domestik bruto (PDB), melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun 1991. Angka PDB untuk kuartal terakhir akan dirilis akhir bulan ini.

Peningkatan ini mencerminkan dua hal: jumlah utang yang harus dibayarkan bunganya jauh lebih besar—salah satu indikator utama menunjukkan angka di atas US$32 triliun, atau sekitar US$10 triliun lebih tinggi dibandingkan lima tahun lalu, serta tingkat suku bunga yang jauh lebih tinggi.