Logo Bloomberg Technoz

Manuver Haji Isam Akuisisi BYAN Dianggap Tekan Persepsi Pasar RI

Ibnu Affan
17 October 2026 21:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sebagian analis memperkirakan manuver Haji Isam mengangakuisisi 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ikut memengaruhi persepsi investor asing terhadap pasar modal Indonesia.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan drama akuisisi saham BYAN itu relatif bermasalah lantaran minimnya transparansi dan perlindungan investor publik.

“Akuisisi saham Bayan bermasalah karena transparansi dan perlindungan investor minoritas bukan prioritas utama,” kata Bhima saat dihubungi, Sabtu (17/10/2026).


Apalagi, kata Bhima, akuisisi saham perusahaan batu bara yang dikerjakan Haji Isam itu makin kompleks setelah melibatkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Haji Isam menggadaikan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kepada BMRI.